Menpora: Tak Ada Atlet yang Kabur Saat Karantina di PON XX Papua 2021
Selasa, 12 Oktober 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Menpora Amali menambahkan bahwa telah terjadinya keterlambatan dari hasil tes PCR yang dilakukan oleh ketujuh atlet tersebut. Sebab, kurangnya faslitas untuk lab PCR di Papua ini, membuat kepentingan banyak atlet untuk pulang ke kota asalnya semakin menumpuk.
"Hasil dari PCR, memang terlambat setelah mereka di sana. Kenapa terlambat, karena memang kita di sini kekurangan faslitas untuk lab PCR," sambungnya.
Lebih lanjut Menpora Amali mengatakan bahwa penanganan atlet dan ofisial yang terkonfrimasi positif Covid-19 ditangani dengan cepat. Jika nantinya mereka yang terjangkit virus Covid-19 akan diisolasi KM Tidar yang bersandar di pelabuhan Yos Sudarso Kota Jayapura.
"Semua melakukan pengawasan. Jika terkonfirmasi ada yang positif, akan langsung dilakukan isolasi, seperti di Kapal Tidar, rumah sakit dan lain sebagainya,” imbuhnya.
"Jadi menurut saya, kan saya di sini terus, sehingga saya memantau perkembangan. Jadi sekali lagi, saya meluruskan, tidak ada atlet, pelatih atau official yang kabur dari ini tanpa sepengetahuan dari panitia," pungkasnya.
"Hasil dari PCR, memang terlambat setelah mereka di sana. Kenapa terlambat, karena memang kita di sini kekurangan faslitas untuk lab PCR," sambungnya.
Lebih lanjut Menpora Amali mengatakan bahwa penanganan atlet dan ofisial yang terkonfrimasi positif Covid-19 ditangani dengan cepat. Jika nantinya mereka yang terjangkit virus Covid-19 akan diisolasi KM Tidar yang bersandar di pelabuhan Yos Sudarso Kota Jayapura.
"Semua melakukan pengawasan. Jika terkonfirmasi ada yang positif, akan langsung dilakukan isolasi, seperti di Kapal Tidar, rumah sakit dan lain sebagainya,” imbuhnya.
"Jadi menurut saya, kan saya di sini terus, sehingga saya memantau perkembangan. Jadi sekali lagi, saya meluruskan, tidak ada atlet, pelatih atau official yang kabur dari ini tanpa sepengetahuan dari panitia," pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :