Tak Semua Pemain Liga Primer Setuju Gajinya Dipangkas
Rabu, 22 April 2020 - 09:06 WIB
loading...
A
A
A
Sebenarnya, pemotongan gaji di Arsenal tidak berlaku kaku. Mereka memiliki tiga opsi sebagai jalan tengah untuk kedua kubu. Pertama, pemain akan mendapatkan kembali haknya alias tidak ada pemotongan gaji jika mereka berhasil lolos ke Liga Champions musim ini.
Kedua, para pemain akan mendapat pengembalian 7,5% atau sekitar 60% pemotongan jika The Gunners berhasil mendapatkan tiket ke Liga Europa. Tapi, jika gagal menembus Eropa, mereka harus rela mendapatkan pemotongan 12,5%. “Kami senang mengumumkan bahwa kami telah mencapai kesepakatan sukarela dengan para pemain tim utama kami, pelatih kepala, dan staf pelatih inti untuk membantu mendukung klub pada saat yang kritis ini,” demikian pernyataan resmi klub, dikutip Daily Mail.
Situasi Arsenal ini sedikit berbeda dengan Sheffield United. Manajer Sheffield Chris Wilder dan Kepala Eksekutif Stephen Bettis telah menyetujui penangguhan pembayaran sebagian dan bonus "untuk membantu masalah arus kas klub" selama pandemi corona.
Sheffield mengatakan, uang yang disimpan akan digunakan untuk mempertahankan dan membayar staf lain secara penuh. Wilder dan Bettis, ditambah pelatih senior, telah menerima penangguhan enam bulan. Sebelumnya Watford akan menunda pembayaran pemain, sedangkan Southampton dan West Ham dikabarkan akan melakukan hal yang sama awal bulan ini.
"Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang. Itu termasuk klub sepak bola dan ukuran khusus ini adalah tentang klub sepak bola kita. Saya memiliki pengalaman sama tentang masalah arus kas di klub lain dan saya senang bahwa staf mendukung dalam membantu klub dengan cara kecil,” kata Wilder, dikutip BBC. (Maruf)
Kedua, para pemain akan mendapat pengembalian 7,5% atau sekitar 60% pemotongan jika The Gunners berhasil mendapatkan tiket ke Liga Europa. Tapi, jika gagal menembus Eropa, mereka harus rela mendapatkan pemotongan 12,5%. “Kami senang mengumumkan bahwa kami telah mencapai kesepakatan sukarela dengan para pemain tim utama kami, pelatih kepala, dan staf pelatih inti untuk membantu mendukung klub pada saat yang kritis ini,” demikian pernyataan resmi klub, dikutip Daily Mail.
Situasi Arsenal ini sedikit berbeda dengan Sheffield United. Manajer Sheffield Chris Wilder dan Kepala Eksekutif Stephen Bettis telah menyetujui penangguhan pembayaran sebagian dan bonus "untuk membantu masalah arus kas klub" selama pandemi corona.
Sheffield mengatakan, uang yang disimpan akan digunakan untuk mempertahankan dan membayar staf lain secara penuh. Wilder dan Bettis, ditambah pelatih senior, telah menerima penangguhan enam bulan. Sebelumnya Watford akan menunda pembayaran pemain, sedangkan Southampton dan West Ham dikabarkan akan melakukan hal yang sama awal bulan ini.
"Ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang. Itu termasuk klub sepak bola dan ukuran khusus ini adalah tentang klub sepak bola kita. Saya memiliki pengalaman sama tentang masalah arus kas di klub lain dan saya senang bahwa staf mendukung dalam membantu klub dengan cara kecil,” kata Wilder, dikutip BBC. (Maruf)
(ysw)
Lihat Juga :