Mengingat Pertemuan Pertama dan Teranyar Indonesia vs China di Piala Thomas

Minggu, 17 Oktober 2021 - 14:20 WIB
Mengingat Pertemuan Pertama dan Teranyar Indonesia vs China di Piala Thomas
Marcus/Kevin menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil menyumbang poin saat bentrok China di pertemuan terakhir Piala Thomas 2018. Foto: Badminton Photo
A A A
AARHUS - Indonesia bisa merengkuh gelar Piala Thomas 2020 jika mampu mengalahkan China di partai final hari ini. Rivalitas Indonesia vs China di ajang ini sudah mendarah daging.

Partai final Piala Thomas 2020 akan berlangsung di Ceres Arena, Aarhus, Denmark, Minggu (17/10/2021). Dua negara ini adalah pemegang rekor juara Piala Thomas terbanyak sepanjang sejarah.

Baca Juga: Susunan Pemain Indonesia vs China di Final Piala Thomas 2020

Indonesia menjadi negara yang menorehkan sejarah sebagai negara yang paling banyak mengangkat trofi Piala Thomas dengan koleksi 13 gelar. Sementara, China berada di bawah Indonesia dengan koleksi 10 trofi.



Pertemuan pertama Indonesia vs China terjadi di Piala Thomas 1982 yang digelar di London, Inggris. Saat itu memasuki edisi ke-12, kedua negara terlibat bentrok di final.

Indonesia berhasil dikalahkan China yang merupakan kekalahan pertama Merah Putih yang mendominasi turnamen selama 24 tahun terakhir. China muncul sebagai juara baru kala itu setelah Indonesia kalah 4-5.

Setelah itu, Indonesia 10 kali terlibat bentrok dengan China di Piala Thomas. Teranyar, pada edisi Thomas Cup 2018 di Impact Arena, Bangkok, Thailand, kedua negara kembali bentrok di babak semifinal.

1982: Indonesia 4-5 China (partai final)
1984: Indonesia 3-2 China (partai final)
1994: Indonesia 5-0 China (babak grup)
1996: Indonesia 3-2 China (babak grup)
1998: Indonesia 2-3 China (semifinal)
2000: Indonesia 3-0 China (partai final)
2004: Indonesia 0-5 China (babak grup)
2006: Indonesia 0-3 China (semifinal)
2010: Indonesia 0-3 China (partai final)
2012: Indonesia 0-3 China (babak grup)
2018: Indonesia 1-3 China (semifinal)

Di pertemuan teranyar, Indonesia gagal melaju ke final setelah dipaksa kalah 1-3 dari China. Satu-satunya poin yang didapat lewat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo setelah mengalahkan Liu Cheng/Zhang Nan pada partai kedua.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2142 seconds (11.210#12.26)