Sekjen IMI Tak Ingin Sanksi WADA Hambat Formula E dan MotoGP di Indonesia
Kamis, 21 Oktober 2021 - 22:04 WIB
loading...
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ahmad Sahroni. Foto: IST
A
A
A
JAKARTA - Sanksi World Anti-Doping Agency ( WADA ) kepada Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) karena tidak mematuhi prosedur anti doping pada 2020, membuat bendera Merah Putih tidak boleh berkibar dalam ajang olahraga hingga larangan untuk menjadi tuan rumah ajang Internasional selama satu tahun ke depan. IMI tak mau sanksi tersebut menghambat event olarhaga otomotif yang akan digelar.
Ini membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ahmad Sahroni khawatir mengganggu perhelatan Formula E di DKI Jakarta yang akan digelar pada 2022 dan juga MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Sejarah IMI yang Lebih Tua dari Sumpah Pemuda dan Boedi Oetomo
“Melihat sanksi-sanksi yang didapat tentu saya khawatir. Dimulai dari bendera Indonesia yang tidak bisa berkibar di Thomas Cup kemarin, hingga sanksi dilarang menjadi tuan rumah ajang international. Padahal, semua atlet dan pengurus cabang olahraga sudah sekuat tenaga berlatih, bertanding, membuat event, dan lain-lain. Hal tersebut demi mengibarkan bendera merah putih,” kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).
Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga meminta kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk bertanggung jawab menyelesaikan polemik tersebut. Sehingga sang Merah Putih bisa terus berkibar seiring dengan keberhasilan para atlet Indonesia.
Ini membuat Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ahmad Sahroni khawatir mengganggu perhelatan Formula E di DKI Jakarta yang akan digelar pada 2022 dan juga MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Baca Juga: Sejarah IMI yang Lebih Tua dari Sumpah Pemuda dan Boedi Oetomo
“Melihat sanksi-sanksi yang didapat tentu saya khawatir. Dimulai dari bendera Indonesia yang tidak bisa berkibar di Thomas Cup kemarin, hingga sanksi dilarang menjadi tuan rumah ajang international. Padahal, semua atlet dan pengurus cabang olahraga sudah sekuat tenaga berlatih, bertanding, membuat event, dan lain-lain. Hal tersebut demi mengibarkan bendera merah putih,” kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (21/10/2021).
Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga meminta kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk bertanggung jawab menyelesaikan polemik tersebut. Sehingga sang Merah Putih bisa terus berkibar seiring dengan keberhasilan para atlet Indonesia.
Lihat Juga :