Petugas Medis WSBK Indonesia Diberi Pelatihan oleh FIM di Mandalika

Jum'at, 22 Oktober 2021 - 03:03 WIB
Petugas Medis WSBK Indonesia Diberi Pelatihan oleh FIM di Mandalika
Petugas Medis WSBK Indonesia Diberi Pelatihan oleh FIM di Mandalika
A A A
LOMBOK - Ajang World Superbike (WSBK) Indonesia akan dihelat pada pertengahan November mendatang di Sirkuit Mandalika . Untuk itu, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menggelar pelatihan untuk para petugas medis yang akan bertugas.

Sebagaimana diketahui, peran petugas medis dalam dunia balap sangat penting. Mereka menjadi garda terdepan untuk menolong para pembalap yang mengalami insiden kecelakaan.

Baca Juga: Perputaran Uang WSBK dan MotoGP di Sirkuit Mandalika Bisa Tembus Rp500 Miliar

Namun, berbeda dengan petugas medis di pusat kesehatan ataupun rumah sakit, mereka yang bertugas di sirkuit harus memiliki keterampilan khusus.Mereka harus bisa membuka helm serta perlengkapan keselamatan lainnya yang dipakai oleh para pembalap.



Oleh karena itu, Federation Internationale Motocyclisme (FIM) bekerja sama dengan MGPA mengadakan pelatihan khusus bagi para petugas medis yang akan bertugas di WSBK.Salah satu materi pelatihan tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah di Instagram resmi MGPA.

Dalam video tersebut, para petugas medis terlihat seolah-olah sedang memberikan pertolongan kepada seorang pembalap yang berpakaian lengkap.Mereka melepas helm yang dipakai sang pembalap untuk mengalirkan oksigen padanya. Selain itu, mereka juga memasang penyanggah leher untuk mengurangi risiko cedera di belakang kepala.

“Pelatihan dari FIM diperuntukkan bagi para tenaga kesehatan putra-putri dari NTB yang berprofesi sebagai Dokter , Perawat dan Paramedic yang akan bertugas di Sirkuit Pertamina Mandalika International Street Circuit. Pelatihan ini dipimpin oleh Dr . Steven yang menjabat sebagai CMO (Chief Medical Officer) pemegang super licence FIM,” tulis MGPA dalam keterangan video di Instagram mereka, @themandalikagp, Kamis (21/10/2021).

“Materi yang diberikan kepada para dokter, perawat, dan juga paramedis adalah tentang bagaimana melakukan pertolongan pertama ketika pembalap mengalami kecelakaan. Simulasi ini dilakukan di dalam dan di luar lapangan,” tambah mereka.

“Para tenaga kesehatan tersebut nantinya tidak hanya mendapat sertifikasi dari IMI sebagai Federasi Nasional yang membawahi olahraga motorsport di Indonesia. Tetapi juga mendapat sertifikasi dari FIM sebagai federasi internasional yang menaungi olahraga balap motor dunia,” tutup keterangan MGPA.
(sto)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1574 seconds (10.101#12.26)