Mengenal Ralf Rangnick, si Penyelamat Nasib MU
Senin, 15 November 2021 - 08:03 WIB
loading...
A
A
A
Schalke pada musim itu berbicara sampai semifinal Liga Champions dengan Joel Matip muda, Benedict Howedes, Kyriakos Papadopoulos, dan Raul Gonzales yang sudah uzur. Mereka takluk oleh Man United asuhan Sir Alex Ferguson di semifinal.
BACA JUGA: Balapan IATC 2021 di Sirkuit Mandalika Ditunda, Panitia Pelaksana Minta Maaf
Selain itu, Rangnick dikenal sebagai seseorang jenius di balik layar yang menyulap Leipzig dari yang semula tim kemarin sore, hingga menjadi langganan peserta Liga Champions. Melalui jabatannya sebagai Direktur Olahraga sembari sesekali turun ke kursi kepelatihan, Rangnick membawa Leipzig promosi dari Regionalliga Nordost (divisi keempat Liga Jerman) hingga Liga Jerman hanya dalam waktu empat musim!
Selain piawai menyulap klub sepak bola, Rangnick juga pandai mencium bakat-bakat muda. Timo Werner, Marcel Sabitzer, Emile Forsberg hingga Naby Keita adalah buah manis dari kejeniusan Rangnick dalam mengasah talenta mentah.
Ilmu yang didapat Rangnick tidak didapatkan dalam waktu semalam. Rangnick memulai karir kepelatihannya dari umur yang sangat belia. Pada tahun 1983, Rangnick yang masih berumur 25 tahun menjadi pemain sekaligus pelatih klub amatir Jerman, Viktoria Backnang.
Selama bertahun-tahun, Rangnick terus mengasah ilmu kepelatihannya. Rangnick menjadi ilmuwan sepak bola yang menginspirasi lahirnya counter pressing ala pelatih Liverpool, Jurgen Klopp dan permainan reaktif ala Antonio Conte.
BACA JUGA: Balapan IATC 2021 di Sirkuit Mandalika Ditunda, Panitia Pelaksana Minta Maaf
Selain itu, Rangnick dikenal sebagai seseorang jenius di balik layar yang menyulap Leipzig dari yang semula tim kemarin sore, hingga menjadi langganan peserta Liga Champions. Melalui jabatannya sebagai Direktur Olahraga sembari sesekali turun ke kursi kepelatihan, Rangnick membawa Leipzig promosi dari Regionalliga Nordost (divisi keempat Liga Jerman) hingga Liga Jerman hanya dalam waktu empat musim!
Selain piawai menyulap klub sepak bola, Rangnick juga pandai mencium bakat-bakat muda. Timo Werner, Marcel Sabitzer, Emile Forsberg hingga Naby Keita adalah buah manis dari kejeniusan Rangnick dalam mengasah talenta mentah.
Ilmu yang didapat Rangnick tidak didapatkan dalam waktu semalam. Rangnick memulai karir kepelatihannya dari umur yang sangat belia. Pada tahun 1983, Rangnick yang masih berumur 25 tahun menjadi pemain sekaligus pelatih klub amatir Jerman, Viktoria Backnang.
Selama bertahun-tahun, Rangnick terus mengasah ilmu kepelatihannya. Rangnick menjadi ilmuwan sepak bola yang menginspirasi lahirnya counter pressing ala pelatih Liverpool, Jurgen Klopp dan permainan reaktif ala Antonio Conte.
Lihat Juga :