Sama-sama Bela Timnas, Ini 5 Perbedaan Pemain Keturunan dan Naturalisasi
Senin, 15 November 2021 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
1. Pemain keturunan adalah pemain yang memiliki hubungan leluhur dengan negara yang ingin dia bela. Di Indonesia, contoh pemain keturunan adalah Irfan Bachdim . Kakek Irfan Bachdim, Ali Bachdim, adalah mantan pemain Persema Malang dan PSAD Jakarta.
2. Pemain naturalisasi adalah pemain yang menjalani proses perubahan status kewarganegaraan dari warga negara asing menjadi warga negara Indonesia. Contoh pemain naturalisasi adalah Cristian Gonzales yang lahir dan besar di Uruguay tetapi kemudian pindah kewarganegaraan menjadi WNI.
3. Pemain bisa dinaturalisasi ketika sudah memenuhi syarat yang diminta di negara setempat. Di Indonesia, untuk mendapatkan status WNI seorang pesepak bola minimal telah berusia 18 tahun, dan sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.
4. Selain memenuhi persyaratan usia dan masa tinggal, di Indonesia seorang pemain baru bisa dinaturalisasi apabila memenuhi persyaratan lain seperti sehat jasmani dan rohani, serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia dan UUD 1945.
5. Berbeda dengan pemain keturunan, di Indonesia seseorang baru bisa dinaturalisasi apabila tidak pernah dijatuhi hukuman pidana dengan ancaman hukuman satu tahun atau lebih. Sekadar catatan, naturalisasi tidak membuat orang tersebut memiliki dua kewarganegaraan.
2. Pemain naturalisasi adalah pemain yang menjalani proses perubahan status kewarganegaraan dari warga negara asing menjadi warga negara Indonesia. Contoh pemain naturalisasi adalah Cristian Gonzales yang lahir dan besar di Uruguay tetapi kemudian pindah kewarganegaraan menjadi WNI.
3. Pemain bisa dinaturalisasi ketika sudah memenuhi syarat yang diminta di negara setempat. Di Indonesia, untuk mendapatkan status WNI seorang pesepak bola minimal telah berusia 18 tahun, dan sudah tinggal di Indonesia selama lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut.
4. Selain memenuhi persyaratan usia dan masa tinggal, di Indonesia seorang pemain baru bisa dinaturalisasi apabila memenuhi persyaratan lain seperti sehat jasmani dan rohani, serta mengakui Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia dan UUD 1945.
5. Berbeda dengan pemain keturunan, di Indonesia seseorang baru bisa dinaturalisasi apabila tidak pernah dijatuhi hukuman pidana dengan ancaman hukuman satu tahun atau lebih. Sekadar catatan, naturalisasi tidak membuat orang tersebut memiliki dua kewarganegaraan.
(sto)
Lihat Juga :