Indra Sjafri Harap Gala Siswa Indonesia Bisa Jadi Embrio Pemain Timnas
Selasa, 16 November 2021 - 19:01 WIB
loading...
A
A
A
Tapi, dengan mengusung semangat menolak menyerah, inovasi yang dilakukan Kemendikbudristek membuat GSI tetap memiliki dampak bagus pada pengembangan talenta pemain terutama siswa untuk sepak bola Indonesia. "Apresiasi dan terimakasih kepada Kemdikbudristek, kepada Mendikbud, yg telah memberikan perhatian yg besar terhadap olahraga, terutama dalam identifikasi talenta2 sepak bola nasional sperti melalui GSI ini," tambah Indra.
Tahun 2021 ini, merupakan kali keempat GSI digelar. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan Kemendikbudristek sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres-RI) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. GSI menggali potensi pesepak bola nasional dari level kecamatan sampai provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia sehingga talen-talenta terbaik pesepak bola dari daerah terpencil sekalipun terpantau dan memiliki kesempatan sama besar memperlihatkan kualitas di depan pelatih nasional dan pemandu bakat PSSI.
Hasilnya, sejak kali pertama digelar pada 2018, GSI sukses menjadi salah satu tolok ukur ajang pembinaan sepak bola dari mulai tingkat kecamatan sampai provinsi. Buktinya, beberapa pemain yang tampil di GSI mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia.
“Kami ingin menelusuri potensi bakat-bakat siswa dibidang sepak bola yang harapannya dengan program ini mendapatkan calon calon bibit bibit unggul yang kita coba identifikasi untuk menjadi bibit-bibit pemain Timnas masa depan. Karena itu program ini terus kita lakukan bersama-sama bergotong-royong dengan PSSI dan tim pelatih,” kata Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi, dalam keterangannya kepada wartawan.
Asep Sukmayadi menjelaskan, dalam dua tahun terakhir event GSI digelar secara berbeda karena bagian dari adaptasi dengan situasi pandemi covid-19. Jika di GSI 2018 dan 2019 digelar dengan sistem turnamen terbuka, dengan melahirkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai juara GSI 2018 dan 2019, tahun 2020 dan 2021 seleksi pemain dilakukan secara virtual dan siste pemusatan latihan yang dilakukan dengan protokol ketat.
Tahun 2021 ini, merupakan kali keempat GSI digelar. Kegiatan tahunan ini dilaksanakan Kemendikbudristek sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia (Inpres-RI) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. GSI menggali potensi pesepak bola nasional dari level kecamatan sampai provinsi dari 34 Provinsi di Indonesia sehingga talen-talenta terbaik pesepak bola dari daerah terpencil sekalipun terpantau dan memiliki kesempatan sama besar memperlihatkan kualitas di depan pelatih nasional dan pemandu bakat PSSI.
Hasilnya, sejak kali pertama digelar pada 2018, GSI sukses menjadi salah satu tolok ukur ajang pembinaan sepak bola dari mulai tingkat kecamatan sampai provinsi. Buktinya, beberapa pemain yang tampil di GSI mendapat panggilan memperkuat timnas Indonesia.
“Kami ingin menelusuri potensi bakat-bakat siswa dibidang sepak bola yang harapannya dengan program ini mendapatkan calon calon bibit bibit unggul yang kita coba identifikasi untuk menjadi bibit-bibit pemain Timnas masa depan. Karena itu program ini terus kita lakukan bersama-sama bergotong-royong dengan PSSI dan tim pelatih,” kata Plt Kepala Pusat Prestasi Nasional Asep Sukmayadi, dalam keterangannya kepada wartawan.
Asep Sukmayadi menjelaskan, dalam dua tahun terakhir event GSI digelar secara berbeda karena bagian dari adaptasi dengan situasi pandemi covid-19. Jika di GSI 2018 dan 2019 digelar dengan sistem turnamen terbuka, dengan melahirkan Jawa Timur dan Jawa Tengah sebagai juara GSI 2018 dan 2019, tahun 2020 dan 2021 seleksi pemain dilakukan secara virtual dan siste pemusatan latihan yang dilakukan dengan protokol ketat.
Lihat Juga :