Inilah Top 10 Petinju P4P Terbaru, Tyson Fury Picu Kontroversi
Rabu, 08 Desember 2021 - 09:11 WIB
loading...
Inilah Top 10 Petinju P4P Terbaru, Tyson Fury Picu Kontroversi/The Sun
A
A
A
Juara dunia Kelas Berat WBC Tyson Fury picu kontroversi saat dinobatkan dalam Top 10 petinju P4P terbaru versi Majalah Ring setelah melalui perdebatan panjang dari panelis juri. Empat dari tujuh hakim tidak setuju dengan masuknya Raja Gipsi dalam rangking Top 10 petinju P4P.
Fury menggusur tempat Teofimo Lopez setelah kekalahan mengejutkan dari George Kambosos. Raja Gipsi menembus Top 10 petinju P4P setelah dua kali mengalahkan Deontay Wilder untuk mempertahankan sabuk juara Kelas Berat WBC.
Mayoritas panel juri tidak setuju dia harus berada di sana - meskipun dia memegang gelar kelas berat WBC dan Ring Magazine. Perdebatan panjang terjadi ketika para juri saling beradu argumen sebelum memutuskan Tyson Fury masuk posisi 10 besar.
Baca Juga: Canelo Positif Doping, Mayweather: Karier Tinjunya Tidak Bersih!
Adam Abramowitz menyarankan Fury diberi tempat No 10 dengan alasan kelayakan sebagai raja Kelas berat tidak terkalahkan.''Ring memiliki wakil kelas berat dalam pound-for-pound sebelumnya dan saya tidak menganut teori bahwa kelas berat tidak dapat berada dalam diskusi P4P,''kata Abramowitz.
Fury menggusur tempat Teofimo Lopez setelah kekalahan mengejutkan dari George Kambosos. Raja Gipsi menembus Top 10 petinju P4P setelah dua kali mengalahkan Deontay Wilder untuk mempertahankan sabuk juara Kelas Berat WBC.
Mayoritas panel juri tidak setuju dia harus berada di sana - meskipun dia memegang gelar kelas berat WBC dan Ring Magazine. Perdebatan panjang terjadi ketika para juri saling beradu argumen sebelum memutuskan Tyson Fury masuk posisi 10 besar.
Baca Juga: Canelo Positif Doping, Mayweather: Karier Tinjunya Tidak Bersih!
Adam Abramowitz menyarankan Fury diberi tempat No 10 dengan alasan kelayakan sebagai raja Kelas berat tidak terkalahkan.''Ring memiliki wakil kelas berat dalam pound-for-pound sebelumnya dan saya tidak menganut teori bahwa kelas berat tidak dapat berada dalam diskusi P4P,''kata Abramowitz.
Lihat Juga :