Shin Tae-yong Kantongi Kelemahan Timnas Indonesia di Laga Pembuka Piala AFF 2020
Jum'at, 10 Desember 2021 - 19:46 WIB
loading...
Pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan berebut bola dengan pesepak bola Kamboja Sieng Chantea (kiri) dalam pertandingan grup B Piala AFF 2020 di Stadion Bishan, Singapura, Kamis (9/12/21). Foto: PSSI
A
A
A
BISHAN - Timnas Indonesia menggelar evaluasi setelah menang 4-2 atas Kamboja di laga perdana Piala AFF 2020 . Pelatih Shin Tae-yong mengaku telah mengantongi kelemahan Skuad Garuda.
Bermain di Stadion Bishan, Singapura, Kamis (10/12/2021) Timnas Indonesia kebobolan dua gol melalui skema bola mati. Kebobolan pertama pada menit ke-37 lewat sundulan Yue Safe memanfaatkan umpan dari sepak pojok. Kebobolan kedua terjadi pada menit ke-60 ketika Prak Mony Udom berhasil memanfaatkan situasi tendangan bebas.
Baca Juga: 4 Pelatih Timnas Indonesia yang Nyaris Juara di Piala AFF
Sementara itu, empat gol Timnas Indonesia dicetak lewat brace Rachmat Irianto, dan masing-masing oleh Evan Dimas (33') dan Ramai Rumakiek (54'). Meski menang telak, Timnas Indonesia mendapat cukup banyak kritikan di media sosial.
Shin Tae-yong menyadari hal tersebut. Pelatih berusia 52 tahun menyebut bahwa anak asuhnya cepat merasa nyaman dan terlalu meremehkan lawan ketika sedang unggul pada paruh pertama, sehingga tidak bisa mendominasi jalannya laga.
Bermain di Stadion Bishan, Singapura, Kamis (10/12/2021) Timnas Indonesia kebobolan dua gol melalui skema bola mati. Kebobolan pertama pada menit ke-37 lewat sundulan Yue Safe memanfaatkan umpan dari sepak pojok. Kebobolan kedua terjadi pada menit ke-60 ketika Prak Mony Udom berhasil memanfaatkan situasi tendangan bebas.
Baca Juga: 4 Pelatih Timnas Indonesia yang Nyaris Juara di Piala AFF
Sementara itu, empat gol Timnas Indonesia dicetak lewat brace Rachmat Irianto, dan masing-masing oleh Evan Dimas (33') dan Ramai Rumakiek (54'). Meski menang telak, Timnas Indonesia mendapat cukup banyak kritikan di media sosial.
Shin Tae-yong menyadari hal tersebut. Pelatih berusia 52 tahun menyebut bahwa anak asuhnya cepat merasa nyaman dan terlalu meremehkan lawan ketika sedang unggul pada paruh pertama, sehingga tidak bisa mendominasi jalannya laga.
Lihat Juga :