Profil Alina Kabaeva, Pacar Putin yang Sempat Tersandung Doping
Rabu, 09 Maret 2022 - 05:03 WIB
loading...
A
A
A
Empat tahun kemudian dia memenangkan Emas di Olimpiade di Yunani. Sebelum memenangkan emas Olimpiade di Yunani, Kabaeva sempat tersandung masalah doping.
BACA JUGA: Invasi Hari Ke-13: Ukraina Pantang Menyerah, Jenderal Rusia Tewas
Kabaeva dihukum lantaran mengonsumsi furosemide. Akibatnya, ia dan Irina Chashchina didiskualifikasi selama dua tahun. Meski begitu, wanita berusia 38 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu pesenam yang paling berprestasi dalam sejarah senam ritmik, dengan 2 medali Olimpiade, 14 medali kejuaraan dunia, dan 25 medali Kejuaraan Eropa.
Kabaeva pernah disebut 'wanita paling fleksibel Rusia', diduga memiliki empat anak dengan Putin. Diperkirakan Putin memiliki dua putra dan dua putri kembar dengan pesenam tersebut.
Kabaeva diduga bersembunyi bersama empat anak kecil mereka di sebuah vila pribadi di Swiss. Anak-anak itu diduga semuanya memiliki paspor Swiss. "Sementara Putin melakukan serangannya di Ukraina, menyerang warga yang tidak bersalah dan menyebabkan krisis pengungsi, keluarganya bersembunyi di chalet yang sangat pribadi dan sangat aman di suatu tempat di Swiss," kata seorang sumber kepada Page Six.
BACA JUGA: Invasi Hari Ke-13: Ukraina Pantang Menyerah, Jenderal Rusia Tewas
Kabaeva dihukum lantaran mengonsumsi furosemide. Akibatnya, ia dan Irina Chashchina didiskualifikasi selama dua tahun. Meski begitu, wanita berusia 38 tahun tersebut dikenal sebagai salah satu pesenam yang paling berprestasi dalam sejarah senam ritmik, dengan 2 medali Olimpiade, 14 medali kejuaraan dunia, dan 25 medali Kejuaraan Eropa.
Kabaeva pernah disebut 'wanita paling fleksibel Rusia', diduga memiliki empat anak dengan Putin. Diperkirakan Putin memiliki dua putra dan dua putri kembar dengan pesenam tersebut.
Kabaeva diduga bersembunyi bersama empat anak kecil mereka di sebuah vila pribadi di Swiss. Anak-anak itu diduga semuanya memiliki paspor Swiss. "Sementara Putin melakukan serangannya di Ukraina, menyerang warga yang tidak bersalah dan menyebabkan krisis pengungsi, keluarganya bersembunyi di chalet yang sangat pribadi dan sangat aman di suatu tempat di Swiss," kata seorang sumber kepada Page Six.
Lihat Juga :