Kisah Karim Benzema, Dari Masa Kecil Kurang Menyenangkan Jadi Bintang Lapangan Hijau

Rabu, 23 Maret 2022 - 07:00 WIB
loading...
Kisah Karim Benzema, Dari Masa Kecil Kurang Menyenangkan Jadi Bintang Lapangan Hijau
Ada sejumlah hal mengenai masa kecil Karim Benzema yang tidak banyak diketahui publik. Dia sempat mengalami masa lalu yang kurang menyenangkan. Foto: Twitter
A A A
MADRID - Ada sejumlah hal mengenai masa kecil Karim Benzema yang tidak banyak diketahui publik. Dia sempat mengalami masa lalu yang kurang menyenangkan sebelum menjadi pesepak bola kelas dunia.

Baca Juga: Mewah! Berikut Koleksi Mobil dari Bintang Bayern Muenchen, Robert Lewandowski

Benzema merupakan salah satu bintang lapangan hijau yang saat ini bermain untuk klub Liga Spanyol, Real Madrid. Pemain asal Prancis kelahiran 19 Desember 1987 ini hijrah ke Santiago Bernabeu pada 2009 setelah meninggalkan Olympique Lyon.

Orang tua Benzema merupakan muslim bernama Hafid Benzema dan Wahida Djebbara. Keduanya merupakan imigran dari Aljazair yang tinggal di Bron, Lyon.

Benzema memulai karir sepak bola dari klub lokal bernama Bron Terraillon FC pada usia 8 tahun. Dengan perkembangannya, dia mulai diminati oleh Lyon, dan bergabung bersama akademinya pada usia 9 tahun.

Pada 2004 Benzema dipanggil tim senior Lyon oleh pelatih Paul Le Guen. Kala itu, dia masih berstatus pemain baru dan diremehkan rekan-rekan satu timnya, sampai Benzema berkata, “Jangan tertawa, saya di sini untuk merebut tempat Anda semua.”

Benzema menjalani debutnya pada 15 Januari 2005 ketika menggantikan Pierre-Alain Frau. Seiring berjalannya waktu, dia menjadi andalan Lyon dan bisa membuktikan ucapannya ketika diremehkan rekan-rekannya. Lalu, pada Juli 2009, dia bergabung dengan Madrid sampai saat ini.

Dibalik sosoknya yang populer sebagai pemain sepak bola, siapa yang menyangka bahwa Benzema ternyata memiliki masa kecil yang dipenuhi dengan masalah.

Benzema semasa kecil tinggal di Bron, salah satu wilayah bermasalah yang terkenal dengan lingkungannya yang buruk. Benzema pernah mengikuti geng berbahaya yang sering berbuat kejahatan. Namun, atas usaha dari ayahnya, dia mulai berubah.

Setelah itu, ayahnya memutuskan untuk memindahkan Benzema belajar di sekolah katolik. Pada awal masuk sekolah, dia kerap mendapat perlakuan diskriminatif dari anak-anak lain karena statusnya yang berasal dari Aljazair.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1177 seconds (10.101#12.26)