Air Mata Penyesalan Andriy Yarmolenko Kirim Keluarga ke Ukraina
Kamis, 24 Maret 2022 - 14:28 WIB
loading...
Air mata penyesalan Andriy Yarmolenko datang terlambat. Perasaan itulah yang dialami pemain West Ham United dalam sebulan terakhir ini setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina / Foto: CGTN
A
A
A
LONDON - Air mata penyesalan Andriy Yarmolenko datang terlambat. Perasaan itulah yang dialami pemain West Ham United dalam sebulan terakhir ini setelah Rusia melakukan invasi ke Ukraina.
Yarmolenko menunjukkan sisi paling emosionalnya saat ia berbicara dengan Football 1/2/3. Dikutip dari Marca, Kamis (24/3/2022), ia bercerita bagaimana perasaannya saat ia mengetahui Rusia melakukan invasi ke Ukraina.
Pasalnya, sehari sebelum konflik bersenjata itu dimulai, Yarmolenko mengirim keluarganya (istri dan anak-anaknya) ke Ukraina lantaran anaknya sudah membuat janji dengan dokter. Dan, dia tidak pernah menyangka sebelumnya akan ada peristiwa yang sangat menakutkan dalam hidupnya.
BACA JUGA: Live di iNews! Hari Ini, Laga Penentuan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia
"Ketika semuanya dimulai, pada 24 Februari, saya tiba di pelatihan dan saya bahkan tidak bisa berbicara. Air mata jatuh. Saya meminta pelatih untuk membiarkan saya pulang dan kemudian saya tidak tahu harus berbuat apa," kenang Yarmolenko.
"Saya tidak berpikir hal seperti ini bisa terjadi. Saya mengirim mereka ke kyiv karena putra saya memiliki jadwal dengan dokter," sambungnya.
Yarmolenko menunjukkan sisi paling emosionalnya saat ia berbicara dengan Football 1/2/3. Dikutip dari Marca, Kamis (24/3/2022), ia bercerita bagaimana perasaannya saat ia mengetahui Rusia melakukan invasi ke Ukraina.
Pasalnya, sehari sebelum konflik bersenjata itu dimulai, Yarmolenko mengirim keluarganya (istri dan anak-anaknya) ke Ukraina lantaran anaknya sudah membuat janji dengan dokter. Dan, dia tidak pernah menyangka sebelumnya akan ada peristiwa yang sangat menakutkan dalam hidupnya.
BACA JUGA: Live di iNews! Hari Ini, Laga Penentuan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia
"Ketika semuanya dimulai, pada 24 Februari, saya tiba di pelatihan dan saya bahkan tidak bisa berbicara. Air mata jatuh. Saya meminta pelatih untuk membiarkan saya pulang dan kemudian saya tidak tahu harus berbuat apa," kenang Yarmolenko.
"Saya tidak berpikir hal seperti ini bisa terjadi. Saya mengirim mereka ke kyiv karena putra saya memiliki jadwal dengan dokter," sambungnya.
Lihat Juga :