Piala Dunia 2022: Brasil Tak Terbuai Status Unggulan, Berani Bersaing di Grup G

Sabtu, 02 April 2022 - 09:30 WIB
loading...
Piala Dunia 2022: Brasil Tak Terbuai Status Unggulan, Berani Bersaing di Grup G
Brasil masuk Grup G di Piala Dunia 2022. Presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil, Ednaldo Rodrigues menegaskan Negeri Samba siap bersaing di event bergengsi itu. Foto: CBF
A A A
DOHA - Brasil masuk Grup G di Piala Dunia 2022 . Presiden Konfederasi Sepak Bola Brasil, Ednaldo Rodrigues menegaskan Negeri Samba sudah siap untuk bersaing di event bergengsi itu.

Baca Juga: Argentina Waspadai Meksiko di Piala Dunia 2022

Di Grup G, wakil Amerika Latin itu sangat diunggulkan untuk lolos ke babak gugur. Sebab, Tite beserta armadanya hanya menghadapi Serbia (Eropa), Swiss (Eropa) dan Kamerun (Afrika).

Ednaldo menegaskan Brasil optimistis bisa bersaing di Piala Dunia 2022. Seluruh pemain diyakini siap menghadapi siapa pun selama penyisihan grup untuk melaju ke babak 16 besar.

"Kami punya tim yang siap bersaing di level tertinggi. Tite dan seluruh staf pelatih, para atlet. Semua orang berkomitmen untuk melakukan yang terbaik, terlepas dari siapa lawannya,” jelas Rodrigues di situs resmi Konfederasi Sepak Bola Brasil.

Meski demikian, Ednaldo menilai Brasil harus tetap waspada meski berstatus unggulan di Grup G. Pasalnya, setiap lawan memiliki peluang yang besar untuk memberikan kejutan di Piala Dunia.

“Hari ini, sepak bola sangat datar, dimana setiap orang memiliki sesuatu untuk dipersembahkan, karena Makedonia Utara baru-baru ini telah menyingkirkan Italia,” sambungnya.

“Saya pikir grup ini yang diinginkan takdir. Lalu, bagaimana dengan grup lain? Dengan tim lain? Pada akhirnya, orang akan mengerti siapa yang lebih kuat," pungkasnya.

Baca Juga: Hasil Drawing Piala Dunia 2022: Spanyol Terjebak di Grup Neraka

Brasil menjadi salah satu andalan Amerika Latin untuk meruntuhkan dominasi Eropa di Piala Dunia. Sebab, selama empat edisi terakhir, Benua Biru terus juara melalui Italia (2006), Spanyol (2010), Jerman (2014) dan Prancis (2018).

(mirz)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1087 seconds (10.177#12.26)