Ulang Tahun ke-93: Sejarah dan Kontroversi Perjalanan Persebaya
Kamis, 18 Juni 2020 - 14:00 WIB
loading...
Manajer Persebaya Canda Wahyudi bersama para pemain usai kemenangan 2-1 Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu. Foto: Persebaya
A
A
A
SURABAYA - Salah satu klub teratas Liga Indonesia , Persebaya Surabaya , merayakan hari jadi ke-93 tepat pada hari ini. Sejarah panjang Bajol Ijo punya andil besar mewarnai perjalanan sepak bola nasional.
Ketika era sepak bola perserikatan (1931-1994), Persebaya telah masuk kelompok klub yang disegani. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan mereka empat kali kampiun, tepatnya pada tahun 1951, 1952, 1978 dan 1988. Selain menjadi juara, klub yang kini bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo itu 12 kali finis sebagai runner-up.
Setelah era perserikatan, Persebaya tercatat dua kali menjadi yang terbaik di Liga Indonesia, tepatnya pada 1996-1997 dan 2004. Pada musim 1996/1997, mereka meraih gelar Divisi Utama Liga Indonesia, sekaligus menempatkan pemainnya, Jacksen F. Tiago sebagai pencetak gol terbanyak di liga. (Baca juga: Persebaya Rayakan HUT Ke-93, Ini Pesan Wakil Walikota Surabaya )
Jacksen F. Tiago jelas punya tempat tersendiri di hati suporter Persebaya. Pada 2004, pria asal Brasil itu kembali mengantar Bajol Ijo memenangkan gelar liga -kali ini sebagai pelatih. (Lihat grafis: Sepak Bola Nasional Tanpa Suporter, Apa Mungkin? )
Sejak saat itu prestasi Persebaya meredup. Gonjang-ganjing kepengurusan di tubuh Bajol Ijo membuncah pada tahun 2005, ditandai mundurnya klub dari Divisi Utama yang kala itu merupakan kompetisi tertinggi di Indonesia.
Ketika era sepak bola perserikatan (1931-1994), Persebaya telah masuk kelompok klub yang disegani. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan mereka empat kali kampiun, tepatnya pada tahun 1951, 1952, 1978 dan 1988. Selain menjadi juara, klub yang kini bermarkas di Stadion Gelora Bung Tomo itu 12 kali finis sebagai runner-up.
Setelah era perserikatan, Persebaya tercatat dua kali menjadi yang terbaik di Liga Indonesia, tepatnya pada 1996-1997 dan 2004. Pada musim 1996/1997, mereka meraih gelar Divisi Utama Liga Indonesia, sekaligus menempatkan pemainnya, Jacksen F. Tiago sebagai pencetak gol terbanyak di liga. (Baca juga: Persebaya Rayakan HUT Ke-93, Ini Pesan Wakil Walikota Surabaya )
Jacksen F. Tiago jelas punya tempat tersendiri di hati suporter Persebaya. Pada 2004, pria asal Brasil itu kembali mengantar Bajol Ijo memenangkan gelar liga -kali ini sebagai pelatih. (Lihat grafis: Sepak Bola Nasional Tanpa Suporter, Apa Mungkin? )
Sejak saat itu prestasi Persebaya meredup. Gonjang-ganjing kepengurusan di tubuh Bajol Ijo membuncah pada tahun 2005, ditandai mundurnya klub dari Divisi Utama yang kala itu merupakan kompetisi tertinggi di Indonesia.
Lihat Juga :