Balapan Dikurangi, Leclrec Jaga Asa agar Bisa Juarai Formula 1
Sabtu, 25 April 2020 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, Leclerc mengatakan bahwa Ferrari harus mengadopsi strategi yang berbeda untuk menjadi juara dunia jika balapan dengan jumlah lebih sedikit. Dia mengaku tak keberatan jika harus ambil risiko dengan tampil agresif demi merebut titel juara dunia. Pastinya balapan yang sedikit membuat pembalap akan mengambil lebih banyak risiko. Jika terjadi, hasil kejuaraan tahun ini dipastikan akan memberikan kejutan.
"Saya akan sangat senang jika menjadi juara dunia musim ini tetapi sulit untuk memprediksinya. Mercedes dan Hamilton akan tetap jadi favorit meski hanya delapan balapan dalam satu musim. Akan sulit mengalahkan mereka, saya pun mungkin akan mengambil risiko baik di lintasan dan soal strategi. Mungkin itu berhasil atau bisa juga tidak," lanjutnya.
Sementara itu, tim Ferrari menepis kabar yang menyebut mereka bakal mundur dari F1 terkait pernyataan dari Ketua tim Ferrari, Mattia Binotto terkait penolakan dengan rencana pihak penyelenggara F1 untuk melakukan pembatasan anggaran. Batas anggaran tiap tim diketahui dikurangi dari USD175 juta (sekira Rp2,7 triliun) menjadi USD145 juta (sekira Rp2,2 triliun) untuk F1 2021.
Jumlah tersebut bahkan kabarnya akan dirampingkan lagi untuk F1 2022. Batas anggaran setiap tim di F1 bakal dipangkas menjadi USD130 juta atau sekira Rp2 triliun pada tahun tersebut. Ferrari pun memastikan bahwa pernyataan Binotto terkait masalah tersebut tidak mengacu kepada ancaman Ferrari untuk mundur dari kejuaraan. Sebaliknya, tim Kuda Jingkrak menegaskan tetap berkomitmen untuk F1.
"Dia (Binotto) mengatakan bahwa kami tidak ingin ditempatkan pada berbagai opsi, di samping berkompetisi di F1 demi menyebarkan DNA balap kami. Jika batas anggaran akan semakin berkurang secara drastis, membahayakan ratusan tempat kerja. Kesalahpahaman ini diangkat oleh judul artikel yang menyesatkan yang diterbitkan pada awalnya dan segera diperbaiki,” tulis pernyataan Ferrari itu. (Raikhul Amar)
"Saya akan sangat senang jika menjadi juara dunia musim ini tetapi sulit untuk memprediksinya. Mercedes dan Hamilton akan tetap jadi favorit meski hanya delapan balapan dalam satu musim. Akan sulit mengalahkan mereka, saya pun mungkin akan mengambil risiko baik di lintasan dan soal strategi. Mungkin itu berhasil atau bisa juga tidak," lanjutnya.
Sementara itu, tim Ferrari menepis kabar yang menyebut mereka bakal mundur dari F1 terkait pernyataan dari Ketua tim Ferrari, Mattia Binotto terkait penolakan dengan rencana pihak penyelenggara F1 untuk melakukan pembatasan anggaran. Batas anggaran tiap tim diketahui dikurangi dari USD175 juta (sekira Rp2,7 triliun) menjadi USD145 juta (sekira Rp2,2 triliun) untuk F1 2021.
Jumlah tersebut bahkan kabarnya akan dirampingkan lagi untuk F1 2022. Batas anggaran setiap tim di F1 bakal dipangkas menjadi USD130 juta atau sekira Rp2 triliun pada tahun tersebut. Ferrari pun memastikan bahwa pernyataan Binotto terkait masalah tersebut tidak mengacu kepada ancaman Ferrari untuk mundur dari kejuaraan. Sebaliknya, tim Kuda Jingkrak menegaskan tetap berkomitmen untuk F1.
"Dia (Binotto) mengatakan bahwa kami tidak ingin ditempatkan pada berbagai opsi, di samping berkompetisi di F1 demi menyebarkan DNA balap kami. Jika batas anggaran akan semakin berkurang secara drastis, membahayakan ratusan tempat kerja. Kesalahpahaman ini diangkat oleh judul artikel yang menyesatkan yang diterbitkan pada awalnya dan segera diperbaiki,” tulis pernyataan Ferrari itu. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :