Ogah Gagal Seperti Pendahulunya, Thomas Doll Siapkan Taktik Mumpuni untuk Persija Jakarta
Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:10 WIB
loading...
Thomas Doll tidak ingin gagal seperti pelatih Persija Jakarta sebelumnya. Dia berjanji akan menyiapkan taktik paling cocok bagi Macan Kemayoran.
A
A
A
JAKARTA - Thomas Doll menegaskan tidak ingin bernasib sama seperti pelatih Persija Jakarta sebelumnya, Angelo Alessio. Juru taktik asal Jerman itu berjanji akan menyiapkan taktik paling cocok bagi Macan Kemayoran di Liga 1 2022/2023.
Baca Juga: Mesut Ozil Senang Salat Jumat di Masjid Istiqlal: Mimpi Saya Terwujud
Doll saat ini sedang disibukkan masa pengenalan karakter para pemain Persija. Dia ingin mengetahui secara detail kualitas fisik, teknik dan mental pasukannya.
Setelah itu, Doll akan menentukan taktik apa yang paling cocok untuk Persija. Pria berusia 56 tahun itu ingin menerapkan skema bermain yang sesuai dengan kualitas dan karakter anak asuhnya.
“Saya akan mencari taktik terbaik untuk membentuk tim saya, yaitu bisa bermain lebih bertahan, lebih agresif, atau banyak hal lainnya yang ada di kepala saya,” kata Doll.
Doll akan belajar dari pengalaman Persija di Liga 1 musim lalu. Sebab, saat itu para pemain kesulitan menerjemahkan taktik Alessio di lapangan.
Ini sebabnya mencari taktik yang sesuai dengan karakter para pemain menjadi prioritas Doll. Dia tidak ingin jatuh ke lubang yang sama dengan pelatih sebelumnya.
“Bagaimana kami menyerang dan bertahan demi menjaga keseimbangan tim masih dicari langkah terbaiknya, intinya akan banyak teori dan latihan yang akan kami terapkan,” tambahnya.
“Saya akan membuat filosofi permainan yang cocok dengan pemain dari hati ke hati,” jelas Doll, dikutip dari laman resmi Persija.
Doll mengaku lebih menyukai gaya permainan dengan dominasi penguasaan bola. Tetapi menurutnya, untuk menerapkan taktik itudibutuhkan pemain-pemain yang kuat menguasai memegang bola.
“Kami perlu keseimbangan dalam serangan dan bertahan, saya pribadi lebih suka penguasaan bola. Tetapi, saya perlu melihat bagaimana pemain menangani bola dalam latihan,” ucap Doll.
Baca Juga: Shin Tae-yong Malu Timnas Indonesia Batal Latihan karena Stadion Belum Dipesan
“Ketika kami kehilangan bola dengan mudah, kami tak bisa bermain terlalu tinggi karena itu amat beresiko, tetapi ketika kami tenang menguasai bola, kami bisa main lebih tinggi untuk menciptakan peluang,” tandasnya.
Baca Juga: Mesut Ozil Senang Salat Jumat di Masjid Istiqlal: Mimpi Saya Terwujud
Doll saat ini sedang disibukkan masa pengenalan karakter para pemain Persija. Dia ingin mengetahui secara detail kualitas fisik, teknik dan mental pasukannya.
Setelah itu, Doll akan menentukan taktik apa yang paling cocok untuk Persija. Pria berusia 56 tahun itu ingin menerapkan skema bermain yang sesuai dengan kualitas dan karakter anak asuhnya.
“Saya akan mencari taktik terbaik untuk membentuk tim saya, yaitu bisa bermain lebih bertahan, lebih agresif, atau banyak hal lainnya yang ada di kepala saya,” kata Doll.
Doll akan belajar dari pengalaman Persija di Liga 1 musim lalu. Sebab, saat itu para pemain kesulitan menerjemahkan taktik Alessio di lapangan.
Ini sebabnya mencari taktik yang sesuai dengan karakter para pemain menjadi prioritas Doll. Dia tidak ingin jatuh ke lubang yang sama dengan pelatih sebelumnya.
“Bagaimana kami menyerang dan bertahan demi menjaga keseimbangan tim masih dicari langkah terbaiknya, intinya akan banyak teori dan latihan yang akan kami terapkan,” tambahnya.
“Saya akan membuat filosofi permainan yang cocok dengan pemain dari hati ke hati,” jelas Doll, dikutip dari laman resmi Persija.
Doll mengaku lebih menyukai gaya permainan dengan dominasi penguasaan bola. Tetapi menurutnya, untuk menerapkan taktik itudibutuhkan pemain-pemain yang kuat menguasai memegang bola.
“Kami perlu keseimbangan dalam serangan dan bertahan, saya pribadi lebih suka penguasaan bola. Tetapi, saya perlu melihat bagaimana pemain menangani bola dalam latihan,” ucap Doll.
Baca Juga: Shin Tae-yong Malu Timnas Indonesia Batal Latihan karena Stadion Belum Dipesan
“Ketika kami kehilangan bola dengan mudah, kami tak bisa bermain terlalu tinggi karena itu amat beresiko, tetapi ketika kami tenang menguasai bola, kami bisa main lebih tinggi untuk menciptakan peluang,” tandasnya.
(mirz)
Lihat Juga :