Profil dan Agama Ricardinho, Futsal Selamatkan dari Kemiskinan Jadi Pemain Terbaik Dunia 6 Kali
Senin, 06 Juni 2022 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Gelar itu diraihnya pada 2010, 2014, 2015, 2016 2017 dan 2018. Dia menjadi satu-satunya pemain futsal yang menerima pengharggaan itu lebih dari empat kali.
Padahal, Ricardinho tidak punya latar belakang futsal. Dia juga berasal dari keluarga yang kurang mampu dan pernah mengalami kejadian traumatis.
Saat berusia 10 tahun, Ricardinho bersama keluarga tinggal di rumah neneknya. Lalu, terjadi kebakaran. Dia beserta kakak dan ibunya sampai harus menerobos jendela untuk menyelamatkan diri.
Alhasil, sebagian besar harta keluarganya habis terbakar. Padahal, sejak awal dia sudah hidup dalam kemiskinan. Ini memaksa mereka pindah ke desa sebelah.
Karena tidak punya uang, Ricardinho sampai harus meminjam sepatu futsal yang kemudian dipakai untuk pertama kali dalam hidupnya.
Namun, semua itu tidak membuatnya patah arang. Kondisi serba kekurangan yang dialaminya saat itu membuat Ricardinho semakin termotivasi untuk berjuang dan mengubah nasibnya. Hasilnya, bisa terlihat.
Pemain yang berposisi sebagai flank ini memulai kariernya pada 2002 di dunia futsal professional bersama klub asal Portugal, Miramar.
Namun, Ricardinho hanya satu tahun membela Miramar sebelum pindah ke Benfica pada 2003. Disana, dia mampu menggemparkan dunia futsal.
Ricardinho bisa mengoleksi 13 gelar, satu diantaranya adalah piala Liga Champions Futsal (2009/2010). Setelah sukses bersama Benfica, dia hijrah ke klub futsal asal Jepang, Nagoya Oceans pada 2010.
Penampilannya kian memukau setelah merantau ke Negeri Matahari Terbit. Ricardinho bisa membantu Nagoya Oceans menyabet dua gelar Liga Futsal Jepang (2010/2011 dan 2012/2013) dan Futsal League Ocean Cup (2010 dan 2012).
Ricardinho sempat dipinjamkan ke CSKA Moskow pada 2011, namun tidak berlangsung lama. Nagoya lalu memutuskan untuk melepas Ricardinho ke Inter Movistar pada 2013.
Kepindahannya ke klub asal Spanyol itu membuat Ricardinho semakin dikenal di Eropa. Pasalnya, dia sukses mendulang setidaknya 14 gelar selama kurun 2013-2020.
Padahal, Ricardinho tidak punya latar belakang futsal. Dia juga berasal dari keluarga yang kurang mampu dan pernah mengalami kejadian traumatis.
Saat berusia 10 tahun, Ricardinho bersama keluarga tinggal di rumah neneknya. Lalu, terjadi kebakaran. Dia beserta kakak dan ibunya sampai harus menerobos jendela untuk menyelamatkan diri.
Alhasil, sebagian besar harta keluarganya habis terbakar. Padahal, sejak awal dia sudah hidup dalam kemiskinan. Ini memaksa mereka pindah ke desa sebelah.
Karena tidak punya uang, Ricardinho sampai harus meminjam sepatu futsal yang kemudian dipakai untuk pertama kali dalam hidupnya.
Namun, semua itu tidak membuatnya patah arang. Kondisi serba kekurangan yang dialaminya saat itu membuat Ricardinho semakin termotivasi untuk berjuang dan mengubah nasibnya. Hasilnya, bisa terlihat.
Pemain yang berposisi sebagai flank ini memulai kariernya pada 2002 di dunia futsal professional bersama klub asal Portugal, Miramar.
Namun, Ricardinho hanya satu tahun membela Miramar sebelum pindah ke Benfica pada 2003. Disana, dia mampu menggemparkan dunia futsal.
Ricardinho bisa mengoleksi 13 gelar, satu diantaranya adalah piala Liga Champions Futsal (2009/2010). Setelah sukses bersama Benfica, dia hijrah ke klub futsal asal Jepang, Nagoya Oceans pada 2010.
Penampilannya kian memukau setelah merantau ke Negeri Matahari Terbit. Ricardinho bisa membantu Nagoya Oceans menyabet dua gelar Liga Futsal Jepang (2010/2011 dan 2012/2013) dan Futsal League Ocean Cup (2010 dan 2012).
Ricardinho sempat dipinjamkan ke CSKA Moskow pada 2011, namun tidak berlangsung lama. Nagoya lalu memutuskan untuk melepas Ricardinho ke Inter Movistar pada 2013.
Kepindahannya ke klub asal Spanyol itu membuat Ricardinho semakin dikenal di Eropa. Pasalnya, dia sukses mendulang setidaknya 14 gelar selama kurun 2013-2020.
Lihat Juga :