Ayah Lorenzo Ungkit Dosa Marquez di Sepang dan Aragon
Rabu, 24 Juni 2020 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
"Marquez menunjukkan kebencian terhadap saingannya yang membawanya ke strategi seperti yang dia lakukan dengan Valentino Rossi di Malaysia 2015. Dia fokus secara eksklusif pada menghancurkan karier Valentino dan peluang memenangkan gelar. Strategi itu benar-benar balas dendam," sambungnya.
Chicho membeberkan fakta kejadian di Sepang. Dikatakannya, Rossi mendapatkan lap tercepat pada lap keempat dan di putaran kelima kecepatannya menurun 1,2 persepuluh detik. Pada keenam ia sedikit lebih cepat tetapi itu bukan ritme normalnya. Dan pada putaran tujuh terjadi insiden di mana Marquez terjatuh.
"Marquez juga membuat lap tercepat di yang kedua, tetapi dari sana waktunya tidak normal. Sebagai kesimpulan, bukannya melakukan balapan, ia mendedikasikan dirinya untuk Valentino yang mengganggu."
Contoh lain yang dirujuk Chicho, yakni analisis agresivitas Marquez di GP Aragon pada 2018. Awalnya ia memotong jalan ke Lorenzo, sehingga memaksanya jatuh karena patah pergelangan kaki akibatnya.
"Marquez tidak melakukan kesalahan, itu adalah manuver yang sangat terukur untuk pengemudi yang memiliki banyak ketepatan selama balapan. Dan mengapa begitu jauh dari garisnya? Karena dia ingin mengacaukan jalan keluar Lorenzo. Dia melakukannya karena pada saat itu dia adalah pembalap yang memberikan lebih banyak tekanan kepadanya dengan hasilnya," pungkas Chicho.
Chicho membeberkan fakta kejadian di Sepang. Dikatakannya, Rossi mendapatkan lap tercepat pada lap keempat dan di putaran kelima kecepatannya menurun 1,2 persepuluh detik. Pada keenam ia sedikit lebih cepat tetapi itu bukan ritme normalnya. Dan pada putaran tujuh terjadi insiden di mana Marquez terjatuh.
"Marquez juga membuat lap tercepat di yang kedua, tetapi dari sana waktunya tidak normal. Sebagai kesimpulan, bukannya melakukan balapan, ia mendedikasikan dirinya untuk Valentino yang mengganggu."
Contoh lain yang dirujuk Chicho, yakni analisis agresivitas Marquez di GP Aragon pada 2018. Awalnya ia memotong jalan ke Lorenzo, sehingga memaksanya jatuh karena patah pergelangan kaki akibatnya.
"Marquez tidak melakukan kesalahan, itu adalah manuver yang sangat terukur untuk pengemudi yang memiliki banyak ketepatan selama balapan. Dan mengapa begitu jauh dari garisnya? Karena dia ingin mengacaukan jalan keluar Lorenzo. Dia melakukannya karena pada saat itu dia adalah pembalap yang memberikan lebih banyak tekanan kepadanya dengan hasilnya," pungkas Chicho.
(sha)
Lihat Juga :