Gelar Turnamen Ekshibisi di Masa Pandemi, Belajar dari Adria Tour
Kamis, 25 Juni 2020 - 12:47 WIB
loading...
A
A
A
Meski begitu, tidak semua mengecam tindakan Djokovic. Ada beberapa petenis yang justru mengambil sisi positif dari kejadian di Adria Tour, salah satunya Andy Murray. Mantan petenis nomor satu dunia ini mengatakan tidak terlalu terkejut dengan apa yang terjadi di ajang tersebut.
Saat edisi pertama di Belgrade, ada 4.000 penonton yang hadir menyaksikan pertandingan itu. Namun, dia tidak mau menyalahkan siapa pun dan hanya menjadikan sebagai pelajaran bagi semua pihak penyelenggara yang akan menggelar turnamen di tengah pandemi virus corona.
“Jadi, hal itu menjadi pelajaran bagi semua. Karena, kita sama sekali belum belajar untuk menanggapinya dengan sangat serius dan harus menerapkan langkah-langkah keselamatan dan kesehatan sebanyak mungkin,” ujar Murray. (Baca juga: Pulihkan PAD, Kota Gorontalo Segera Buka Tempat Wisata)
Djokovic tentu merasa bersalah dengan apa yang terjadi di Adria Tour itu. Apalagi, petenis yang dijuluki Djoker ini sempat mengatakan protokol keselamatan di Amerika Serikat Terbuka, yang dijadwalkan akan dimulai pada 31 Agustus mendatang, sangat ekstrem. Jadi, dia menolak berpartisipasi di ajang Grand Slam tersebut. Sayang, tindakan kesehatan yang dilakukan saat dia menggelar turnamen justru tidak berlangsung dengan aman seperti yang dipikirkannya. (Raikhul Amar)
Saat edisi pertama di Belgrade, ada 4.000 penonton yang hadir menyaksikan pertandingan itu. Namun, dia tidak mau menyalahkan siapa pun dan hanya menjadikan sebagai pelajaran bagi semua pihak penyelenggara yang akan menggelar turnamen di tengah pandemi virus corona.
“Jadi, hal itu menjadi pelajaran bagi semua. Karena, kita sama sekali belum belajar untuk menanggapinya dengan sangat serius dan harus menerapkan langkah-langkah keselamatan dan kesehatan sebanyak mungkin,” ujar Murray. (Baca juga: Pulihkan PAD, Kota Gorontalo Segera Buka Tempat Wisata)
Djokovic tentu merasa bersalah dengan apa yang terjadi di Adria Tour itu. Apalagi, petenis yang dijuluki Djoker ini sempat mengatakan protokol keselamatan di Amerika Serikat Terbuka, yang dijadwalkan akan dimulai pada 31 Agustus mendatang, sangat ekstrem. Jadi, dia menolak berpartisipasi di ajang Grand Slam tersebut. Sayang, tindakan kesehatan yang dilakukan saat dia menggelar turnamen justru tidak berlangsung dengan aman seperti yang dipikirkannya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :