Ons Jabeur Bangga Jadi Petenis dari Jazirah Arab Pertama yang Tembus Final Wimbledon
Jum'at, 08 Juli 2022 - 18:30 WIB
loading...
Ons Jabeur menjadi orang pertama dari jazirah Arab yang mampu menembus final Grand Slam di Wimbledon 2022. Petenis tunggal putri asal Tunisia mengaku senang. Foto: REUTERS/Toby Melville
A
A
A
LONDON - Ons Jabeur menjadi orang pertama dari jazirah Arab yang mampu menembus final Grand Slam di Wimbledon 2022. Petenis tunggal putri asal Tunisia mengaku senang sampai tak bisa berkata apa-apa.
Baca Juga: Petarung MMA Adrian Mattheis Sambut Peluang Tampil di Jam Utama AS
Jabeur melaju ke partai puncak usai menumbangkan Tatjana Maria asal Jerman. Berlaga di Centre Court All England Club, Kamis (7/7/2022) malam, dara berusia 27 tahun itu menang 6-2, 3-6, 6-1.
Jabeur sangat senang dengan pencapaiannya ini hingga tidak bisa berkata banyak. Menurutnya, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dia bertekad menyempurnakannya dengan gelar juara.
“Saya tidak tahu harus berkata apa. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dari kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun. Saya senang itu terbayar dan saya akan melanjutkan untuk satu pertandingan lagi,” kata Jabeur,
Jabeur mengatakan Maria sangat sulit untuk dikalahkan. Dia sampai menarik lawannya itu untuk ikut merayakan kemenangannya.
Ini dilakukan Jabeur karena mengganggap Maria sebagai sosok yang menginspirasi. Pasalnya, dia menjadi petenis pertama yang merupakan seorang ibu dua anak setelah Margaret Court pada 1975.
Baca Juga: Petarung MMA Adrian Mattheis Sambut Peluang Tampil di Jam Utama AS
Jabeur melaju ke partai puncak usai menumbangkan Tatjana Maria asal Jerman. Berlaga di Centre Court All England Club, Kamis (7/7/2022) malam, dara berusia 27 tahun itu menang 6-2, 3-6, 6-1.
Jabeur sangat senang dengan pencapaiannya ini hingga tidak bisa berkata banyak. Menurutnya, ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dia bertekad menyempurnakannya dengan gelar juara.
“Saya tidak tahu harus berkata apa. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dari kerja keras dan pengorbanan selama bertahun-tahun. Saya senang itu terbayar dan saya akan melanjutkan untuk satu pertandingan lagi,” kata Jabeur,
Jabeur mengatakan Maria sangat sulit untuk dikalahkan. Dia sampai menarik lawannya itu untuk ikut merayakan kemenangannya.
Ini dilakukan Jabeur karena mengganggap Maria sebagai sosok yang menginspirasi. Pasalnya, dia menjadi petenis pertama yang merupakan seorang ibu dua anak setelah Margaret Court pada 1975.
Lihat Juga :