Sepak Bola Wanita di Indonesia Berusaha Lepas dari Belenggu Stigma
Sabtu, 09 Juli 2022 - 17:26 WIB
loading...
Souraiya Farina Alhafdar mengatakan masih berjuang untuk membawa sepak bola wanita di Indonesia lepas sepenuhnya dari belenggu stigma / Foto: Podcast Aksi Nyata Partai Perindo
A
A
A
JAKARTA - Sepak bola Wanita di Indonesia belakangan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Namun begitu, Sekertaris Jenderal Asosiasi Sepak bola Wanita, Souraiya Farina Alhafdar mengatakan masih berjuang untuk membawa sepak bola wanita di Indonesia lepas sepenuhnya dari belenggu stigma.
Sepak bola wanita memang masih dianggap sebelah mata oleh sebagian orang. Namun demikian, PSSI dan masyarakat mulai memberi perhatian penuh ke sepak bola wanita di Indonesia.
Yang paling nyata adalah diadakannya Piala Pertiwi, yang menjadi salah satu kompetisi sepak bola wanita di Indonesia. Namun begitu, Farina mengatakan perjuangan untuk menghapus stigma masih belum selesai.
BACA JUGA: Amuk 5 Gol Striker Timnas Indonesia U-19 Jawab Kritikan Shin Tae-yong
"Kalau stigma (terhadap sepak bola wanita) tentu masih ada, karena kita tidak bisa mengubah secara drastis. Tantangan yang paling berat adalah isu gendernya, tapi kita gamau terus terjebak disitu," kata Farina dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Sabtu (9/7/2022).
Untuk mengubah hal itu, Farina mengatakan sudah mengambil beberapa langkah nyata. Meski secara pelan-pelan, Farina percaya sepak bola wanita di Indonesia akan sepenuhnya lepas dari belenggu stigma.
"Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengubah paradigma sepakbola wanita. Karena paradigmanya wanita itu tidak pantas berolahraga. Karena itu, tantangannya jadi nyata sekali di sepakbola wanita," ujar Farina.
Sepak bola wanita memang masih dianggap sebelah mata oleh sebagian orang. Namun demikian, PSSI dan masyarakat mulai memberi perhatian penuh ke sepak bola wanita di Indonesia.
Yang paling nyata adalah diadakannya Piala Pertiwi, yang menjadi salah satu kompetisi sepak bola wanita di Indonesia. Namun begitu, Farina mengatakan perjuangan untuk menghapus stigma masih belum selesai.
BACA JUGA: Amuk 5 Gol Striker Timnas Indonesia U-19 Jawab Kritikan Shin Tae-yong
"Kalau stigma (terhadap sepak bola wanita) tentu masih ada, karena kita tidak bisa mengubah secara drastis. Tantangan yang paling berat adalah isu gendernya, tapi kita gamau terus terjebak disitu," kata Farina dalam Podcast Aksi Nyata Partai Perindo, Sabtu (9/7/2022).
Untuk mengubah hal itu, Farina mengatakan sudah mengambil beberapa langkah nyata. Meski secara pelan-pelan, Farina percaya sepak bola wanita di Indonesia akan sepenuhnya lepas dari belenggu stigma.
"Langkah pertama yang kita lakukan adalah mengubah paradigma sepakbola wanita. Karena paradigmanya wanita itu tidak pantas berolahraga. Karena itu, tantangannya jadi nyata sekali di sepakbola wanita," ujar Farina.
Lihat Juga :