MSMA Larang Penggunaan Perangkat Depan Mulai MotoGP 2023, Ducati Pasrah
Senin, 18 Juli 2022 - 05:00 WIB
loading...
General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna mengaku kecewa karena perangkat depan anyar di motor milik Ducati dilarang digunakan mulai MotoGP 2023. Foto: tuttomotoriweb
A
A
A
BOLOGNA - General Manager Ducati Corse, Gigi Dall’Igna mengaku kecewa karena perangkat depan anyar di motor milik Ducati dilarang digunakan mulai MotoGP 2023. Pihaknya hanya bisa pasrah karena tak bisa berbuat apa-apa.
Baca Juga: Fabio Quartararo Ogah Pikirkan Klasemen MotoGP 2022, Fokus Ingin Menang
Dall’Igna mungkin menjadi salah satu sosok besar yang selalu mendukung revolusi dan perkembangan Desmosedici GP dalam beberapa tahun terakhir.
Dari semula disebut motor yang sulit dikendarai, hingga mudah ditunggangi sejumlah pembalap MotoGP. Bahkan menjadi paling serbaguna untuk diberi banyak inovasi baru.
Dalam perkembangannya, tim pabrikan Borgo Panigale itu mampu menghadirkan beberapa inovasi aerodinamis pada motor. Itu membuat performa motor semakin meningkat.
Juga ada perkembangan dari spoiler belakang, fairing dengan sirip, perangkat holeshot, hingga yang terbaru, front lowering in motion yang sempat dilarang di awal musim ini.
Pada akhirnya, Ducati bisa menggunakan Front Ride Height Device musim ini. Walau pabrikan lain sudah mulai membunyikan genderang perang begitu mereka memperkenal inovasi itu saat pramusim.
Hanya saja, dalam pertemuan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) terbaru, MSMA memutuskan untuk melarang perangkat depan itu mulai MotoGP tahun depan. Dall’Igna mengakui sangat kecewa dengan keputusan itu.
Pria asal Italia itu akhirnya pasrah. Sebab, ketika tim pabrikan lain sudah sepakat untuk melarang hal itu, pihaknya hanya bisa menerima karena kalah suara.
“Saya tidak bisa memutuskan peraturan sendiri. Saya hanya bisa mencoba memahami peraturan dan melakukan apa yang halal,” kata Dall’Igna dilansir dari Tuttomotoriweb.
“Tidak adil jika perangkat depan itu dilarang setelah 2022. Tetapi, ketika semua orang menentang saya, tangan saya diikat. Saya harus menerima perubahan ini,” imbuhnya.
Dall’Igna mengungkapkan hubungan Ducati dengan pabrikan lain di MotoGP menjadi merenggang akibat polemik ini. Padahal, sebelumnya hubungan mereka sudah membaik saat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Marc Marquez Bahagia Selalu Didukung Fans
"Sejujurnya, hubungan dengan pabrikan lain telah membaik selama pandemi. Melalui diskusi ini kami menemukan ide bagus untuk kejuaraan," ucap Dall’Igna.
"Tapi, sejak kami mulai menggunakan Front Ride Height Device, menjadi sulit lagi untuk menjaga hubungan baik di dalam MSMA,” pungkasnya.
Baca Juga: Fabio Quartararo Ogah Pikirkan Klasemen MotoGP 2022, Fokus Ingin Menang
Dall’Igna mungkin menjadi salah satu sosok besar yang selalu mendukung revolusi dan perkembangan Desmosedici GP dalam beberapa tahun terakhir.
Dari semula disebut motor yang sulit dikendarai, hingga mudah ditunggangi sejumlah pembalap MotoGP. Bahkan menjadi paling serbaguna untuk diberi banyak inovasi baru.
Dalam perkembangannya, tim pabrikan Borgo Panigale itu mampu menghadirkan beberapa inovasi aerodinamis pada motor. Itu membuat performa motor semakin meningkat.
Juga ada perkembangan dari spoiler belakang, fairing dengan sirip, perangkat holeshot, hingga yang terbaru, front lowering in motion yang sempat dilarang di awal musim ini.
Pada akhirnya, Ducati bisa menggunakan Front Ride Height Device musim ini. Walau pabrikan lain sudah mulai membunyikan genderang perang begitu mereka memperkenal inovasi itu saat pramusim.
Hanya saja, dalam pertemuan Asosiasi Pabrikan MotoGP (MSMA) terbaru, MSMA memutuskan untuk melarang perangkat depan itu mulai MotoGP tahun depan. Dall’Igna mengakui sangat kecewa dengan keputusan itu.
Pria asal Italia itu akhirnya pasrah. Sebab, ketika tim pabrikan lain sudah sepakat untuk melarang hal itu, pihaknya hanya bisa menerima karena kalah suara.
“Saya tidak bisa memutuskan peraturan sendiri. Saya hanya bisa mencoba memahami peraturan dan melakukan apa yang halal,” kata Dall’Igna dilansir dari Tuttomotoriweb.
“Tidak adil jika perangkat depan itu dilarang setelah 2022. Tetapi, ketika semua orang menentang saya, tangan saya diikat. Saya harus menerima perubahan ini,” imbuhnya.
Dall’Igna mengungkapkan hubungan Ducati dengan pabrikan lain di MotoGP menjadi merenggang akibat polemik ini. Padahal, sebelumnya hubungan mereka sudah membaik saat pandemi Covid-19.
Baca Juga: Marc Marquez Bahagia Selalu Didukung Fans
"Sejujurnya, hubungan dengan pabrikan lain telah membaik selama pandemi. Melalui diskusi ini kami menemukan ide bagus untuk kejuaraan," ucap Dall’Igna.
"Tapi, sejak kami mulai menggunakan Front Ride Height Device, menjadi sulit lagi untuk menjaga hubungan baik di dalam MSMA,” pungkasnya.
(mirz)
Lihat Juga :