Marc Marquez Korban Ambisi Bos Tim Repsol Honda?
Rabu, 27 Juli 2022 - 05:05 WIB
loading...
A
A
A
Burillo menggambarkan ketika balapan berlangsung, Marquez mengalami tekanan berat dari Puig. Tak ayal, sang pembalap seolah-olah menggambarkan itu adalah balapan terakhirnya dalam karier.
“Mungkin jatuhnya Marc Marquez di Jerez juga karena kegilaan Puig. Karena Alberto, pada saat Marc kembali dan berada di urutan ketiga dengan hanya Maverick dan Quartararo di depannya,” ucap Burillo dikutip laman Paddock GP, Selasa (26/7/2022).
“lebih dari setengah panjang tubuhnya dicondongkan ke luar tembok di trek lurus, memberi tekanan pada Marquez, dengan brutal melambaikan tangannya seolah-olah itu adalah balapan terakhir dalam hidup Marc atau Kejuaraan,” lanjutnya.
"Alberto menekan para pembalapnya dengan meneriaki mereka,” simpulan dari Burillo.
Tekanan keras Puig sudah terlihat sedari dulu sebelum Marquez mengambil alih tim utama. Dia juga menjadi aktor dari dipecatnya Dani Pedrosa yang menurut Burillo adalah hal yang tidak perlu.
“Mungkin jatuhnya Marc Marquez di Jerez juga karena kegilaan Puig. Karena Alberto, pada saat Marc kembali dan berada di urutan ketiga dengan hanya Maverick dan Quartararo di depannya,” ucap Burillo dikutip laman Paddock GP, Selasa (26/7/2022).
“lebih dari setengah panjang tubuhnya dicondongkan ke luar tembok di trek lurus, memberi tekanan pada Marquez, dengan brutal melambaikan tangannya seolah-olah itu adalah balapan terakhir dalam hidup Marc atau Kejuaraan,” lanjutnya.
"Alberto menekan para pembalapnya dengan meneriaki mereka,” simpulan dari Burillo.
Tekanan keras Puig sudah terlihat sedari dulu sebelum Marquez mengambil alih tim utama. Dia juga menjadi aktor dari dipecatnya Dani Pedrosa yang menurut Burillo adalah hal yang tidak perlu.
(sha)
Lihat Juga :