IADO Siap Sukseskan ASEAN Para Games 2022
Rabu, 27 Juli 2022 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Mereka dibekali dengan sejumlah materi tentang Overview, Anti-Doping, khususnya yang diatur dalam World Anti-Doping Code, Peran dan tanggung-jawab serta prosedur Chaperone, Kode etik dan cara pengisian DCF (Doping Control Form), Praktikum dan Ujian.
Sementara itu, dalam pernyataan IADO, pengambilan sample (yang terdiri dari urin dan darah) terhadap atlet bisa dilakukan selama ASEAN Para Games 2022 berlangsung tanpa pemberitahuan awal (sesuai tata tertib World Anti-Doping Code). Akan ada 13 lokasi pengambilan sample doping selama ASEAN Para Games 2022.
Seluruh cabang olahraga akan diambil sampel dopingnya sesuai proporsi keterwakilan yang ada, kecuali cabang olahraga Catur. Satu hal yang menjadi kekhususan saat ASEAN Para Games 2022 adalah IADO akan juga lebih menekankan pada sisi edukasi melalui kampanye anti-doping/outreach berupa pendirian booth yang dapat sepenuhnya dikunjungi oleh atlet dan personel tim pada sejumlah venue yang memiliki risiko potensi kasus doping.
"Karena ini sudah menjadi isu dan program baru dari WADA secara global, dengan tujuan untuk lebih memberi penekanan pada para atlet, pelatih dan para pemangku kepentingan, bahwa doping tidak hanya ditemukannya hasil positif pada sampel, namun serting terdapatnya 11 pelanggaran anti-doping (ADRVs /Anti-Doping Rule Violations) yang mana seluruhnya berlaku untuk atlet dan 7 pelanggaran yang juga berlaku untuk personel pendukung atlet."
BACA JUGA: Ranking BWF World Tour Jagoan Bulu Tangkis Indonesia usai Taipei Open 2022
Sementara itu, dalam pernyataan IADO, pengambilan sample (yang terdiri dari urin dan darah) terhadap atlet bisa dilakukan selama ASEAN Para Games 2022 berlangsung tanpa pemberitahuan awal (sesuai tata tertib World Anti-Doping Code). Akan ada 13 lokasi pengambilan sample doping selama ASEAN Para Games 2022.
Seluruh cabang olahraga akan diambil sampel dopingnya sesuai proporsi keterwakilan yang ada, kecuali cabang olahraga Catur. Satu hal yang menjadi kekhususan saat ASEAN Para Games 2022 adalah IADO akan juga lebih menekankan pada sisi edukasi melalui kampanye anti-doping/outreach berupa pendirian booth yang dapat sepenuhnya dikunjungi oleh atlet dan personel tim pada sejumlah venue yang memiliki risiko potensi kasus doping.
"Karena ini sudah menjadi isu dan program baru dari WADA secara global, dengan tujuan untuk lebih memberi penekanan pada para atlet, pelatih dan para pemangku kepentingan, bahwa doping tidak hanya ditemukannya hasil positif pada sampel, namun serting terdapatnya 11 pelanggaran anti-doping (ADRVs /Anti-Doping Rule Violations) yang mana seluruhnya berlaku untuk atlet dan 7 pelanggaran yang juga berlaku untuk personel pendukung atlet."
BACA JUGA: Ranking BWF World Tour Jagoan Bulu Tangkis Indonesia usai Taipei Open 2022
Lihat Juga :