alexametrics

Digelar Lagi 30 Juli, NBA akan Bebaskan Pemain Tuliskan Pesan Sosial di Kostum

loading...
Digelar Lagi 30 Juli, NBA akan Bebaskan Pemain Tuliskan Pesan Sosial di Kostum
Liga dan Asosiasi Pemain Basket NBA berencana membebaskan pemain menuliskan pesan keadilan sosial di kostum mereka/Foto/ClutchPoints
A+ A-
ORLANDO - Liga dan Asosiasi Pemain Basket NBA berencana membebaskan pemain menuliskan pesan keadilan sosial di kostum mereka saat musim kompetisi basket elite Amerika Serikat itu digelar lagi pada 30 Juli. NBA ingin mengikuti jejak klub Liga Primer Inggris yang mengganti nama pemain di belakang kostum dengan kalimat "Black Lives Matter."

Guard Oklahoma City Thunder yang juga Presiden Asosiasi Pemain NBA (NBPA) Chris Paul mengatakan kepada ESPN, Sabtu (27/6/2020) bahwa persatuan para pemain dan liga berkolaborasi untuk memungkinkan para pemain mengenakan kostum dengan pesan sosial atau pesan amal di belakang, bukan nama. (Baca juga: Mantan Bos Formula 1 Bikin Pernyataan Kontroversial Soal Rasisme).

Sebelumnya, NBA dan NBPA mengumumkan kesepakatan pada Rabu (24/6/2020) untuk terus memerangi rasisme sistemik dan menjadikannya salah satu fokus utama saat kompetisi basket NBA 2019/2020 kembali dimulai.



Kaus yang dipersonalisasi bisa mengatakan hal-hal seperti "Black Lives Matter" atau "I Can't Breathe," yang membawa pesan dengan tujuan sosial atau amal atau bahkan menampilkan nama-nama George Floyd atau Breonna Taylor, yang dibunuh oleh polisi AS dalam beberapa bulan terakhir. (Baca juga: Mantan Bos Formula 1 Bikin Pernyataan Kontroversial Soal Rasisme).

"Kami hanya berusaha untuk terus menjelaskan berbagai masalah keadilan sosial yang orang-orang di sekitar liga kami terus berbicara tentang hari demi hari," kata Paul kepada The Undefilled. "Orang-orang mengatakan bahwa keadilan sosial akan hilang dari pikiran semua orang di Orlando. Dengan kaus ini, itu tidak hilang."

Paul menambahkan, dia telah berbicara dengan banyak pemain, termasuk beberapa yang bukan kulit hitam, yang mendukung ide jersey tersebut. Dia mengatakan para pemain tidak akan dipaksa dan ditekan untuk mengenakan kaus dengan pesan keadilan sosial. NBA terdiri dari 74,9% pemain hitam di musim 2018/2019.

NBA secara resmi mengungkapkan jadwal dimulainya kembali musim 2019/2020 setelah terhenti hampir empat bulan akibat pandemi virus corona. NBA musim ini dihentikan pada 11 Maret setelah Rudy Gobert dari Utah Jazz menjadi pemain pertama di liga yang dinyatakan positif Covid-19.

Laga pembuka mempertemukan New Orleans Pelicans menghadapi Utah Jazz di Kompleks Disney World, Orlando, Florida pada 30 Juli. Pertandingan kedua mempertemukan derby Los Angeles, antara LeBron James dkk dari Los Angeles Lakers menghadapi Kawhi Leonard cs dari Los Angeles Clippers.

"Kami akan kembali karena olahraga penting di masyarakat kami," kata komisaris NBA Adam Silver. "Mereka menyatukan orang ketika mereka sangat membutuhkannya."

Format kompetisi terdiri dari 22 tim. Setiap tim akan memainkan delapan pertandingan yang akan berlangsung dalam rentang 16 hari sebelum berakhir pada 14 Agustus.

Liga kemudian akan memulai format playoff dengan Final NBA akan dimulai 30 September dan berakhir selambat-lambatnya 13 Oktober 2020.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak