Kronologi Kericuhan Suporter Sepak Bola yang Tewaskan Fans PSS Sleman
Rabu, 03 Agustus 2022 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
"Kulo keloro-loro, keronto-ronto atiku. Semedot rasane (Sakit rasanya, hatiku meronta-ronta. Putus rasanya)," kata dia.
Anak bungsunya itu memang sangat dekat dengan kedua orangtua. Bahkan, Fajar sering bercanda dengan mereka. Banyak kenangan manis Wahyudi terhadap anak bungsunya tersebut.
Salah satunya sore sebelum kejadian nahas itu menimpa, Fajar meminta untuk diambilkan makan. Anehnya, dia meminta untuk disuapi oleh bapaknya. Selesai makan, korban langsung pamit pergi karena ditelepon temannya.
Baca Juga: Keluarga Korban Tewas Kerusuhan Suporter PSS Sleman Minta Polisi Usut Tuntas
Wahyudi mengakui, Fajar adalah suporter setia PSS Sleman dan kerap menonton tim kesayangannya itu bertanding. Mendiang juga dikenal sebagai pemuda supel yang aktif dalam kegiatan kepemudaan dan tidak neko-neko.
Anak bungsunya itu memang sangat dekat dengan kedua orangtua. Bahkan, Fajar sering bercanda dengan mereka. Banyak kenangan manis Wahyudi terhadap anak bungsunya tersebut.
Salah satunya sore sebelum kejadian nahas itu menimpa, Fajar meminta untuk diambilkan makan. Anehnya, dia meminta untuk disuapi oleh bapaknya. Selesai makan, korban langsung pamit pergi karena ditelepon temannya.
Baca Juga: Keluarga Korban Tewas Kerusuhan Suporter PSS Sleman Minta Polisi Usut Tuntas
Wahyudi mengakui, Fajar adalah suporter setia PSS Sleman dan kerap menonton tim kesayangannya itu bertanding. Mendiang juga dikenal sebagai pemuda supel yang aktif dalam kegiatan kepemudaan dan tidak neko-neko.
(mirz)
Lihat Juga :