Profil Rudy Hartono: Tunggal Putra Tersukses di All England Hari Ini Ultah Ke-73

Kamis, 18 Agustus 2022 - 20:14 WIB
loading...
Profil Rudy Hartono: Tunggal Putra Tersukses di All England Hari Ini Ultah Ke-73
Profil Rudy Hartono: Tunggal Putra Tersukses di All England Hari Ini Ultah Ke-73. Foto: Okezone
A A A
JAKARTA - Profil Rudy Hartono legenda bulu tangkis Indonesia yang hari ini berulang tahun bisa dibaca di artikel ini. Rudy Hartono adalah pebulu tangkis Indonesia yang mengoleksi delapan gelar All England.

Rudy Hartono lahir di Surabaya, 18 Agustus 1949. Orang tuanya, Zulkarnain Kurniawan, bekerja sebagai penjahit pakaian pria di Surabaya, Jawa Timur. Namun, masa kecilnya tidak langsung jatuh cinta pada olahraga bulu tangkis.

Baca Juga: All England Dari Masa ke Masa: Rekor Rudy Hartono Mustahil Dilampaui

Pemilik nama lahir Nio Hap Liang itu sempat menekuni olahraga voli, renang, dan sepak bola sebelum akhirnya jatuh hati pada bulu tangkis. Dalam bukunya yang berjudul Rajawali dengan Jurus Padi (1986), Rudy mulai gemar bermain bulu tangkis di usia 9 tahun.

Pada saat itu dia berlatih di jalan raya aspal di depan kantor PLN di Surabaya— sebelumnya dikenal dengan Jalan Gemblongan. Namun, baru pada usia 11 tahun, bakatnya tercium oleh sang ayah.

Rudy berlatih hanya pada hari Minggu, dari pagi hari hingga pukul 10 malam. Setelah merasa cukup, Rudy memutuskan utuk mengikuti kompetisi-kompetisi kecil yang ada di sekitar Surabaya yang pada masa dalam kondisi minim.

Setelah ayahnya menyadari bakat anaknya, maka Rudy kecil mulai dilatih secara sistematik pada Asosiasi Bulu Tangkis Oke dengan pola latihan yang telah ditentukan oleh ayahnya. Dari situ Rudy merasakan latihan profesional yang sesungguhnya.

Setelah beberapa lama bergabung dengan grup ayahnya, akhirnya Rudy memutuskan untuk pindah ke grup bulu tangkis yang lebih besar yaitu Grup Rajawali, grup yang telah melahirkan banyak pemain bulu tangkis dunia. Pada awal dia bergabung dengan grup ini, Rudy merasa sudah menemukan grup terbaik untuk mengembangkan bakat bulu tangkisnya.

Akan tetapi setelah berdiskusi dengan ayahnya, Rudy mengakui bahwa jika dia ingin kariernya di bulu tangkis meningkat maka dia harus pindah ke tempat latihan yang lebih baik, oleh sebab itu Rudy memutuskan untuk pindah pada Pusat Pelatihan Thomas Cup pada akhir tahun 1965.

Tak lama setelah itu, penampilan Rudy semakin membaik. Bahkan dia turut ambil bagian dalam memenangkan Thomas Cup untuk Indonesia pada tahun 1967. Pada umur 18 tahun, untuk pertama kalinya Rudy memenangkan titel Juara All England dengan mengalahkan Tan Aik Huang dari Malaysia dengan hasil akhir 15-12 dan 15-9.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1872 seconds (11.252#12.26)