5 Wasit Kontroversial Indonesia yang Dapat Sanksi Berat dari PSSI
Rabu, 24 Agustus 2022 - 22:01 WIB
loading...
A
A
A
2. Mustofa Umarella
Mustofa Umarella masuk dalam jajaran wasit Indonesia yang dihukum PSSI sebagai bentuk evaluasi jalannya Liga 1 2022 hingga pekan kelima. Dalam hal ini, Mustofa dinilai bermasalah pada laga antara PSIS melawan Barito Putera.
Dalam kasusnya, sebagai wasit dia dianggap lalai menerapkan LOTG pasal 12. Salah satu keputusan kontroversinya adalah ketika memberikan penalti kepada Barito, padahal semestinya pelanggaran tersebut tidak terjadi karena hanya bodi kontak biasa.
Atas kasus yang menimpanya ini, dia dijatuhi hukuman berupa pembinaan selama 10 pekan dan baru bisa bertugas kembali pada Week ke-13 Liga 1 2022.
Sedikit kilas balik, Mustofa Umarella juga pernah mendapat hukuman dari PSSI, yaitu pada tahun 2021. Dia dianggap membuat kesalahan kala memimpin laga Liga 1 2021 antara Persebaya melawan Persela.
Kesalahan pertama terjadi saat dia menganulir gol penyerang Bajul Ijo, Jose Wilkson pada menit ke-33. Sedangkan kesalahan keduanya adalah mengesahkan gol bomber Persela, Ivan Carlos yang diketahui berada di posisi offside.
Setelah kejadian tersebut, Ketua Komite Wasit PSSI mengambil tindakan tegas dengan mengistirahatkan Mustofa Umarella dari Liga 1 2021.
3. Dwi Purba
Wasit kontroversial yang mendapat hukuman berikutnya adalah Dwi Purba. Menurut data Transfermarkt, Dwi Purba Wicaksana telah menjadi wasit FIFA sejak 2015. Dalam gelaran Liga 1 2022, dia telah memimpin dua pertandingan. Masing-masing laga antara Dewa United melawan Persikabo 1973 dan Rans FC menghadapi PSM Makassar.
Pada laga PSM melawan Rans, Dwi Purba sempat membuat keputusan kontroversial. Hal ini membuatnya masuk dalam daftar wasit yang diistirahatkan untuk pembinaan oleh PSSI.
Adapun kesalahannya adalah dinilai lalai dalam menerapkan pasal 12. Kala itu, dia seharusnya memberikan kartu merah kepada kiper PSM. Hanya saja, Dwi Purba justru membiarkannya dan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Atas kesalahan tersebut, dia dihukum untuk pembinaan selama 8 pekan dan baru bisa bertugas kembali pada Week 12 Liga 1 2022. Sama halnya Mustofa Umarella, hal ini sebenarnya bukan pertama kali, karena sebelumnya Dwi Purba juga dikenal sering membuat keputusan kontroversi dan menjadikannya bahan sorotan dan kritik.
Mustofa Umarella masuk dalam jajaran wasit Indonesia yang dihukum PSSI sebagai bentuk evaluasi jalannya Liga 1 2022 hingga pekan kelima. Dalam hal ini, Mustofa dinilai bermasalah pada laga antara PSIS melawan Barito Putera.
Dalam kasusnya, sebagai wasit dia dianggap lalai menerapkan LOTG pasal 12. Salah satu keputusan kontroversinya adalah ketika memberikan penalti kepada Barito, padahal semestinya pelanggaran tersebut tidak terjadi karena hanya bodi kontak biasa.
Atas kasus yang menimpanya ini, dia dijatuhi hukuman berupa pembinaan selama 10 pekan dan baru bisa bertugas kembali pada Week ke-13 Liga 1 2022.
Sedikit kilas balik, Mustofa Umarella juga pernah mendapat hukuman dari PSSI, yaitu pada tahun 2021. Dia dianggap membuat kesalahan kala memimpin laga Liga 1 2021 antara Persebaya melawan Persela.
Kesalahan pertama terjadi saat dia menganulir gol penyerang Bajul Ijo, Jose Wilkson pada menit ke-33. Sedangkan kesalahan keduanya adalah mengesahkan gol bomber Persela, Ivan Carlos yang diketahui berada di posisi offside.
Setelah kejadian tersebut, Ketua Komite Wasit PSSI mengambil tindakan tegas dengan mengistirahatkan Mustofa Umarella dari Liga 1 2021.
3. Dwi Purba
Wasit kontroversial yang mendapat hukuman berikutnya adalah Dwi Purba. Menurut data Transfermarkt, Dwi Purba Wicaksana telah menjadi wasit FIFA sejak 2015. Dalam gelaran Liga 1 2022, dia telah memimpin dua pertandingan. Masing-masing laga antara Dewa United melawan Persikabo 1973 dan Rans FC menghadapi PSM Makassar.
Pada laga PSM melawan Rans, Dwi Purba sempat membuat keputusan kontroversial. Hal ini membuatnya masuk dalam daftar wasit yang diistirahatkan untuk pembinaan oleh PSSI.
Adapun kesalahannya adalah dinilai lalai dalam menerapkan pasal 12. Kala itu, dia seharusnya memberikan kartu merah kepada kiper PSM. Hanya saja, Dwi Purba justru membiarkannya dan tidak menganggapnya sebagai pelanggaran.
Atas kesalahan tersebut, dia dihukum untuk pembinaan selama 8 pekan dan baru bisa bertugas kembali pada Week 12 Liga 1 2022. Sama halnya Mustofa Umarella, hal ini sebenarnya bukan pertama kali, karena sebelumnya Dwi Purba juga dikenal sering membuat keputusan kontroversi dan menjadikannya bahan sorotan dan kritik.
Lihat Juga :