Tutup Duet Terakhir dengan Kekalahan, Serena dan Venus Williams Banjir Pujian

Jum'at, 02 September 2022 - 13:40 WIB
loading...
Tutup Duet Terakhir dengan Kekalahan, Serena dan Venus Williams Banjir Pujian
Pasangan kakak-beradik yang turun di ganda putri Amerika Serikat (AS) Terbuka 2022, Serena Williams dan Venus Williams menutup laga terakhirnya dengan kekalahan. Foto: REUTERS/Mike Segar
A A A
NEW YORK - Pasangan kakak-beradik yang turun di ganda putri Amerika Serikat (AS) Terbuka 2022, Serena Williams dan Venus Williams menutup laga terakhirnya dengan kekalahan. Tapi, mereka tetap disanjung pecinta tenis dunia.

Baca Juga: Hasil Japan Open 2022: Gregoria Tumbang, Tunggal Putri Hampa Gelar

Grand Slam AS Terbuka 2022 yang digelar 29 Agustus - 10 September ini menjadi yang terakhir bagi karier Serena Williams. Peraih 23 gelar Grand Slam itu memutuskan pensiun setelah ajang ini apapun hasilnya.

Dia memanfaatkan kuota semaksimal mungkin dengan turun di tunggal dan ganda. Dia menjalani putaran pertama di sektor ganda putri bersama sang kakak, Jumat (2/9/2022).

Sayang langkah Serena/Venus langsung terhenti. Mereka dikalahkan pasangan Ceko, Linda Noskova/Lucie Hradecka dengan skor 7-6 dan 6-4 di Arthur Ashe Stadium, Flushing Meadows.

Ini berarti usailah sudah kiprah Serena di sektor ganda putri bersama sang kakak. Momen spesial ini ditutup mereka dengan saling berpelukan setelah laga.

Tak sampai di sana, mereka mendapat tepuk tangan meriah dari para penonton yang memadati stadion. Kemeriahan itu berlanjut di media sosial tak lama setelahnya.

Mulai dari publik figur, seniman, jurnalis, hingga akun resmi turnamen besar tenis dunia memberikan hormat kepada pasangan peraih 14 gelar Grand Slam itu.

“Pelukan itu mengatakan semuanya," tulis akun resmi Billie Jean King Cup di Twitter dengan memposting , video Williams bersaudara saling berpelukan setelah pertandingan berakhir.

"Serena dan Venus masih yang terbaik dan saya sangat bangga dengan mereka. Mereka tidak punya apa-apa lagi untuk dibuktikan. #WilliamsSisters,” cuit novelis Terry McMillan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1718 seconds (11.210#12.26)