Berkaca pada Valentino Rossi, Francesco Bagnaia Berpeluang Juara MotoGP 2022
Selasa, 13 September 2022 - 19:30 WIB
loading...
A
A
A
Hasil tersebut pun membawanya masuk dalam sejarah Ducati sebagai pembalap pertama dari tim asal Borgo Panigale itu yang sukses menyabet empat kemenangan berturut-turut.
Dengan enam balapan tersisa, tentu peluang pembalap jebolan VR46 Academy itu untuk merengkuh gelar juara MotoGP 2022 masih terbuka lebar. Terlebih lagi, jika dia bisa meraih kemenangan kelimanya berturut-turut pada balapan selanjutnya di Aragon.
Seperti dilansir Tuttomotoriweb, Selasa (13/9/2022), ketika sang legenda MotoGP, Valentino Rossi, berhasil meraih lima kemenangan berturut-turut dalam satu musim, dia selalu keluar sebagai juara di akhir musim. Hal itu dicapainya ketika meraih gelar juara MotoGP 2005 dan 2008 bersama Yamaha.
Catatan apik gurunya itu, pastinya memberikan harapan lebih bagi Pecco untuk menyabet gelar juara dunia MotoGP perdananya pada musim ini. Apalagi sekarang Desmosedici 22-nya terlihat semakin kencang dan enam trek berikutnya sangat cocok dengan karakteristik kuda besinya itu.
Selain itu, jika berkaca pada situasi akhir musim lalu, pembalap berusia 25 tahun tersebut juga lebih unggul dibandingkan El Diablo -julukan Quartararo. Ketika itu, sang jagoan Ducati sukses meraih empat kemenangan dari enam balapan terakhir MotoGP 2021.
Sayangnya, selisih poinnya dengan sang pembalap Prancis memang terlampau jauh dan dia pun terjatuh di Misano sehingga Quartararo yang saat itu finis keempat memastikan gelar juaranya. Alhasil, pengejaran yang dilakukan Pecco berakhir sia-sia.
Dengan enam balapan tersisa, tentu peluang pembalap jebolan VR46 Academy itu untuk merengkuh gelar juara MotoGP 2022 masih terbuka lebar. Terlebih lagi, jika dia bisa meraih kemenangan kelimanya berturut-turut pada balapan selanjutnya di Aragon.
Seperti dilansir Tuttomotoriweb, Selasa (13/9/2022), ketika sang legenda MotoGP, Valentino Rossi, berhasil meraih lima kemenangan berturut-turut dalam satu musim, dia selalu keluar sebagai juara di akhir musim. Hal itu dicapainya ketika meraih gelar juara MotoGP 2005 dan 2008 bersama Yamaha.
Catatan apik gurunya itu, pastinya memberikan harapan lebih bagi Pecco untuk menyabet gelar juara dunia MotoGP perdananya pada musim ini. Apalagi sekarang Desmosedici 22-nya terlihat semakin kencang dan enam trek berikutnya sangat cocok dengan karakteristik kuda besinya itu.
Selain itu, jika berkaca pada situasi akhir musim lalu, pembalap berusia 25 tahun tersebut juga lebih unggul dibandingkan El Diablo -julukan Quartararo. Ketika itu, sang jagoan Ducati sukses meraih empat kemenangan dari enam balapan terakhir MotoGP 2021.
Sayangnya, selisih poinnya dengan sang pembalap Prancis memang terlampau jauh dan dia pun terjatuh di Misano sehingga Quartararo yang saat itu finis keempat memastikan gelar juaranya. Alhasil, pengejaran yang dilakukan Pecco berakhir sia-sia.
Lihat Juga :