Tak Cuma Trofi, Ini 8 Keuntungan Finansial yang Disumbang Klopp untuk Liverpool
Jum'at, 03 Juli 2020 - 10:05 WIB
loading...
A
A
A
3. Meskipun Liverpool gagal lolos ke Eropa untuk kampanye 2016/2017, setelah mencapai final Liga Champions berturut-turut, pendapatan klub dari uang siran televisi Eropa antara 2015 dan 2019 (230 juta pounds/Rp4,1 triliun) adalah yang tertinggi kedua di antara klub-klub Inggris. Pendapatan tahunan mereka untuk bersaing di Eropa, naik hampir empat kali lipat dari 26 juta pounds di 2015 menjadi 98 juta pounds di 2019.
4. Liverpool mencatat kerugian 20 juta pounds (Rp360 miliar) pada akhir musim pertama Klopp, 2015-16, tetapi setelah itu menguntungkan untuk tiga musim berturut-turut. Laba sebelum pajak sebesar £ 42 juta pounds di 2018-19 adalah yang tertinggi kedua di Liga Primer Inggris, hanya 87 juta pounds di belakang Tottenham. (Baca juga: Gattuso Berang, Gagal Menang Peluang Napoli ke Liga Champions Tipis ).
5. Selama empat tahun Liverpool di bawah Klopp hingga 2018/2019, klub telah menghasilkan laba sebelum pajak senilai 187 juta pounds (Rp3,3 triliun). Sekali lagi, hanya Tottenham (323 juta pounds) yang lebih tinggi. Dalam periode yang sama, Chelsea membukukan kerugian 88 juta pounds (Rp1,5 triliun).
6. Liverpool menghasilkan 249 juta pounds (Rp4,4 triliun) dalam penjualan pemain antara 2015 dan 2019. Hanya Chelsea (292juta pounds) yang bisa mengalahkan angka itu, sementara itu jauh di depan sesama tim enam besar Tottenham (151 juta pounds), Arsenal (141 juta pounds), Man City ( 133 juta pounds) dan Manchester United (45 juta pounds).
7. Bahkan mengabaikan pendapatan 2017/2018, ketika Liverpool menghasilkan 124 juta pounds (Rp2,2 triliun) dari penjualan pemain (berkat kepindahan Philippe Coutinho ke Barcelona), The Reds masih mencetak rata-rata keuntungan 44,75 juta pounds (Rp805,94 miliar) per tahun dalam penjualan pemain di bawah Klopp.
4. Liverpool mencatat kerugian 20 juta pounds (Rp360 miliar) pada akhir musim pertama Klopp, 2015-16, tetapi setelah itu menguntungkan untuk tiga musim berturut-turut. Laba sebelum pajak sebesar £ 42 juta pounds di 2018-19 adalah yang tertinggi kedua di Liga Primer Inggris, hanya 87 juta pounds di belakang Tottenham. (Baca juga: Gattuso Berang, Gagal Menang Peluang Napoli ke Liga Champions Tipis ).
5. Selama empat tahun Liverpool di bawah Klopp hingga 2018/2019, klub telah menghasilkan laba sebelum pajak senilai 187 juta pounds (Rp3,3 triliun). Sekali lagi, hanya Tottenham (323 juta pounds) yang lebih tinggi. Dalam periode yang sama, Chelsea membukukan kerugian 88 juta pounds (Rp1,5 triliun).
6. Liverpool menghasilkan 249 juta pounds (Rp4,4 triliun) dalam penjualan pemain antara 2015 dan 2019. Hanya Chelsea (292juta pounds) yang bisa mengalahkan angka itu, sementara itu jauh di depan sesama tim enam besar Tottenham (151 juta pounds), Arsenal (141 juta pounds), Man City ( 133 juta pounds) dan Manchester United (45 juta pounds).
7. Bahkan mengabaikan pendapatan 2017/2018, ketika Liverpool menghasilkan 124 juta pounds (Rp2,2 triliun) dari penjualan pemain (berkat kepindahan Philippe Coutinho ke Barcelona), The Reds masih mencetak rata-rata keuntungan 44,75 juta pounds (Rp805,94 miliar) per tahun dalam penjualan pemain di bawah Klopp.
Lihat Juga :