Kisah Sukses Aspar Jaelolo Juara Piala Dunia Panjat Tebing Jakarta 2022: Sempat Berpikir Akhiri Karier
Minggu, 25 September 2022 - 15:02 WIB
loading...
A
A
A
Hebatnya lagi, Aspar menjadi juara di usianya yang sudah tidak muda lagi, yakni 34 tahun. Dia pun membeberkan motivasinya agar bisa tetap tampil gemilang di usianya yang sudah cukup uzur untuk ukuran seorang atlet.
“Motivasinya ya itu yang selalu saya pelihara ‘aku harus bisa semakin membaik dan pecahkan rekor sendiri setiap latihan’,” ujar peraih perunggu Asian Games 2018 itu.
“Saya selalu bicara ke diri sendiri ‘kau bisa, berikan yang terbaik buat dirimu sendiri’, itu juga yang selalu dikatakan oleh psikolog saya yang selalu nenangin saya di belakang,” imbuhnya.
Aspar sendiri memulai perjalanannya di Jakarta dengan meraih waktu 5,24 detik yang membuatnya duduk di posisi ketiga pada babak kualifikasi dan lolos ke fase 16 besar. Setelah itu, dia mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi, dengan torehan waktu 5,39 detik, sedangkan lawannya hanya 6,41 detik.
Pada babak perempat final, dia membukukan waktu di angka 5,27 detik yang cukup untuk menumbangkan kompatriotnya, Raharjati Nursamsa, yang meraih waktu di angka 5,30 detik. Kemudian, pada babak semifinal dia mengukir waktu 5,31 detik untuk mengalahkan Jinbao Long dari China, yang mencatatkan 5,81 detik.
Hingga akhirnya, perjuangan Aspar ditutup dengan menumbangkan Katibin di final, yang merupakan seorang pemegang rekor dunia di angka 5,009 detik. Alhasil, lengkap sudah cerita comeback luar biasa Aspar yang berakhir dengan manis.
“Kemenangan ini spesial buat masyarakat Indonesia yang datang ke sini,” tutup Aspar yang ditonton ribuan orang yang memadati Lot 16-16 SCBD malam tadi.
“Motivasinya ya itu yang selalu saya pelihara ‘aku harus bisa semakin membaik dan pecahkan rekor sendiri setiap latihan’,” ujar peraih perunggu Asian Games 2018 itu.
“Saya selalu bicara ke diri sendiri ‘kau bisa, berikan yang terbaik buat dirimu sendiri’, itu juga yang selalu dikatakan oleh psikolog saya yang selalu nenangin saya di belakang,” imbuhnya.
Aspar sendiri memulai perjalanannya di Jakarta dengan meraih waktu 5,24 detik yang membuatnya duduk di posisi ketiga pada babak kualifikasi dan lolos ke fase 16 besar. Setelah itu, dia mengalahkan wakil Amerika Serikat, Noah Bratschi, dengan torehan waktu 5,39 detik, sedangkan lawannya hanya 6,41 detik.
Pada babak perempat final, dia membukukan waktu di angka 5,27 detik yang cukup untuk menumbangkan kompatriotnya, Raharjati Nursamsa, yang meraih waktu di angka 5,30 detik. Kemudian, pada babak semifinal dia mengukir waktu 5,31 detik untuk mengalahkan Jinbao Long dari China, yang mencatatkan 5,81 detik.
Hingga akhirnya, perjuangan Aspar ditutup dengan menumbangkan Katibin di final, yang merupakan seorang pemegang rekor dunia di angka 5,009 detik. Alhasil, lengkap sudah cerita comeback luar biasa Aspar yang berakhir dengan manis.
“Kemenangan ini spesial buat masyarakat Indonesia yang datang ke sini,” tutup Aspar yang ditonton ribuan orang yang memadati Lot 16-16 SCBD malam tadi.
(sha)
Lihat Juga :