Digelar di Tengah Pandemi, Prancis Terbuka Siap Dihadiri 20.000 Penonton
Sabtu, 04 Juli 2020 - 15:37 WIB
loading...
Foto: dok/Telegraph
A
A
A
PARIS - Penggemar tenis boleh bernapas lega. Ajang Grand Slam Prancis Terbuka 2020 dipastikan tetap dihadiri penonton meski digelar di tengah pandemi virus corona. Penyelenggara akan mengizinkan setidaknya 20.000 orang menyaksikan turnamen setiap hari.
Federasi Tenis Prancis (FFT) menyatakan telah mendapatkan izin untuk mengadakan acara dengan dihadiri penonton. Bahkan, sekitar 10.000 penonton bisa menyaksikan final dan kapasitasnya bisa bertambah jika krisis kesehatan di Prancis bisa terus membaik. Sampai saat ini, 166.000 orang telah terjangkit positif virus corona dan telah mengakibatkan hampir 30.000 orang meninggal dunia.
Grand Slam yang digelar di lapangan tanah liat tersebut akan dimulai pada 27 September dan berakhir pada 11 Oktober. Sementara penjualan tiket secara publik akan dibuka pada 16 Juli mendatang. (Baca: Yakin Situasi Membaik, Murray Siap Berlaga di AS Terbuka)
“Jumlah penonton yang diizinkan untuk memasuki stadion maksimal 60% dari kapasitas normal sehingga kami bisa memastikan bahwa semua protokol kesehatan diikuti dengan baik,” ungkap FFT, dilansir lemonde.fr.
Selain itu, FFT juga memperingatkan tentang aturan kehadiran penonton yang bisa diperketat jika kasus Covid-19 kembali bertambah. Pihaknya terpaksa mengurangi jumlah penonton dari sebelumnya dan penyelenggara turnamen akan mengembalikan uang dari tiket yang telah terjual. Meski begitu, mereka berharap rencananya bisa berjalan lancar dan aman.
Di Prancis Terbuka, para penonton harus mengikuti aturan untuk menjaga jarak dan mengenakan masker ketika berada di Roland Garros (venue Prancis Terbuka). Satu tempat duduk akan dibiarkan kosong di antara para penonton dengan maksimal empat orang boleh duduk bersama. Tidak seperti AS Terbuka, Prancis Terbuka akan tetap mengadakan babak kualifikasi satu pekan sebelum pertandingan utama.
Tahun ini, Rafael Nadal akan mengincar gelar Prancis Terbuka ke-13 dalam kariernya. Bahkan, petenis asal Spanyol itu telah menjadi salah satu petenis yang memiliki kondisi tubuh yang cukup baik saat kembali bermain di atas lapangan. Tapi, pengoleksi 19 gelar Grand Slam ini mengakui kembali beraksi akan terasa aneh setelah absen cukup panjang akibat pandemi virus korona sejak Maret lalu. (Baca juga: AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS)
Federasi Tenis Prancis (FFT) menyatakan telah mendapatkan izin untuk mengadakan acara dengan dihadiri penonton. Bahkan, sekitar 10.000 penonton bisa menyaksikan final dan kapasitasnya bisa bertambah jika krisis kesehatan di Prancis bisa terus membaik. Sampai saat ini, 166.000 orang telah terjangkit positif virus corona dan telah mengakibatkan hampir 30.000 orang meninggal dunia.
Grand Slam yang digelar di lapangan tanah liat tersebut akan dimulai pada 27 September dan berakhir pada 11 Oktober. Sementara penjualan tiket secara publik akan dibuka pada 16 Juli mendatang. (Baca: Yakin Situasi Membaik, Murray Siap Berlaga di AS Terbuka)
“Jumlah penonton yang diizinkan untuk memasuki stadion maksimal 60% dari kapasitas normal sehingga kami bisa memastikan bahwa semua protokol kesehatan diikuti dengan baik,” ungkap FFT, dilansir lemonde.fr.
Selain itu, FFT juga memperingatkan tentang aturan kehadiran penonton yang bisa diperketat jika kasus Covid-19 kembali bertambah. Pihaknya terpaksa mengurangi jumlah penonton dari sebelumnya dan penyelenggara turnamen akan mengembalikan uang dari tiket yang telah terjual. Meski begitu, mereka berharap rencananya bisa berjalan lancar dan aman.
Di Prancis Terbuka, para penonton harus mengikuti aturan untuk menjaga jarak dan mengenakan masker ketika berada di Roland Garros (venue Prancis Terbuka). Satu tempat duduk akan dibiarkan kosong di antara para penonton dengan maksimal empat orang boleh duduk bersama. Tidak seperti AS Terbuka, Prancis Terbuka akan tetap mengadakan babak kualifikasi satu pekan sebelum pertandingan utama.
Tahun ini, Rafael Nadal akan mengincar gelar Prancis Terbuka ke-13 dalam kariernya. Bahkan, petenis asal Spanyol itu telah menjadi salah satu petenis yang memiliki kondisi tubuh yang cukup baik saat kembali bermain di atas lapangan. Tapi, pengoleksi 19 gelar Grand Slam ini mengakui kembali beraksi akan terasa aneh setelah absen cukup panjang akibat pandemi virus korona sejak Maret lalu. (Baca juga: AS Kirim Dua Kapal Induk dan Kapal Perang ke LCS)
Lihat Juga :