Ruang Ganti Sunyi Usai Bungkam Maccabi Haifa, Ada Apa Juventus?

Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:03 WIB
loading...
Ruang Ganti Sunyi Usai Bungkam Maccabi Haifa, Ada Apa Juventus?
Tak ada kegembiraaan di ruang ganti Juventus usai menaklukkan Maccabi Haifa/Foto/Reuters
A A A
TURIN - Tak ada kegembiraaan di ruang ganti Juventus usai menaklukkan Maccabi Haifa 3-1 pada matchday 3 penyisihan Grup H Liga Champions 2022/2023. Ini kemenangan perdana Juventus di grup setelah dua kali kalah, namun ruang ganti sunyi tanpa selebrasi.

Juventus membuka peluang lolos ke 16 besar, setelah Benfica bermain imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain (PSG). La Vecchia Signora -julukan Juventus- di peringkat 3 dengan 3 poin, sedangkan PSG dan Benfica urutan 1- dan 2 dengan 7 angka.

Baca juga: Hasil Pertandingan dan Klasemen Grup E-H Liga Champions: Chelsea Tempel Salzburg, Juventus Pecah Telur

Sejatinya, Juventus tampil menyerang sejak awal menjamu Maccabi Haifa di Juventus Stadium, Kamis (6/10/2022) dini hari WIB. Mereka pun meraih kemenangan berkat gol Adrien Rabiot pada menit ke-35 dan 83, serta torehan Dusan Vlahovic (50).

Sementara Maccabi Haifa mendapat gol hiburan pada menit ke-79. Namun, rupanya gol tersebut membuat pelatih Juventus, Massimiliano Allegri begitu marah kepada pemainnya.

Baca juga: Sevilla Pecat Julen Lopetegui Usai Dikalahkan Borussia Dortmund

Apalagi, Juventus diselamatkan tiang gawang, setelah tendangan pemain Maccabi tiga kali membentur tiang. Diantaranya dua tendangan pemain pengganti, Omer Atzili, menit ke-81 dan 90'.

Allegri menganggap para pemain Juventus tak menunjukkan kegairahan dalam bermain di 15 menit terakhir. Akibatnya, mereka sempat kebobolan, walau akhirnya Si Nyonya Tua dapat menjaga kemenangan.

“Saya begitu marah pada akhir laga. Karena kami tak seharusnya bersantai pada 15 menit terakhir pertandingan dan mulai bermain-main,” kata Allegri dikutip Football Italia.

Allegri menyebut jika gol yang dibuat lawan bisa saja menjadi awal kekalahan. Keadaan itu membuat ruang ganti begitu sunyi saat pertandingan berakhir dan menyadari kesalahannya.

“Anda bisa saja mendapat lima atau enam peluang untuk mencetak gol. Tetapi, kebobolan satu gol dan menjadi ketakutan akan sangat berdampak. Namun para pemain pintar, karena ruang gantinya sangat sunyi. Tidak ada yang merayakan. Mereka sadar apa yang terjadi,” ujarnya.

(sha)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1762 seconds (10.177#12.26)