Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Singgung Tanggung Jawab PSSI: Saya Takut Siksa Allah!
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 18:05 WIB
loading...
Ketua Panpel Arema FC Abdul Harris. Foto: SINDOnews/Avirista Midaada/MPI
A
A
A
MALANG - Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC Abdul Harris ditetapkan sebagai salah satu dari enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Dalam konferensi pers di Malang, Jawa Timur, Abdul Harris menerima keputusan tersebut tapi sekaligus menyinggung soal tanggung jawab PSSI.
"Kalau saya dijadikan tersangka saya siap menerima, tangung jawab ini saya pikul atas nama kemanusiaan. Saya takut siksa Allah daripada siksa dunia. Tak apa-apa kalau memang ini takdir saya, musibah yang saya hadapi," ucap Abdul Harris di kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022).
Baca Juga: Suporter Indonesia Rapatkan Barisan Galang Gerakan Revolusioner Bongkar PSSI
Harris menyayangkan sikap pengurus organisasi sepak bola dan pihak-pihak lain yang seharusnya turut bertanggung jawab tapi memilih cuci tangan kemudian melempar tanggung jawab itu. Terlebih, kata Harris, semuanya dibebankan dan disalahkan ke Ketua Panpel pertandingan.
"Jangan ketika sukses pertandingan seluruh Indonesia ketuanya (Ketua PSSI Iwan Bule, red) tapi ketika ada kegagalan ditembakkan ke ketua Panpel. Mohon maaf... Janganlah berbahagia di atas penderitaan, kesedihan kita, saya sangat respect ke otoritas pengelola operator pertandingan bola di Indonesia," kata dia.
![Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ketua Panpel Arema FC Singgung Tanggung Jawab PSSI: Saya Takut Siksa Allah!]()
"Saya ingin mengetuk hati nurani sepak bola itu adalah jiwa sportivitas, jiwa sportivitas mengakui kalau salah saya minta maaf. Nggak apa-apa, saya ikhlas saya menerima tanggung jawab itu," imbuhnya.
"Kalau saya dijadikan tersangka saya siap menerima, tangung jawab ini saya pikul atas nama kemanusiaan. Saya takut siksa Allah daripada siksa dunia. Tak apa-apa kalau memang ini takdir saya, musibah yang saya hadapi," ucap Abdul Harris di kantor Arema FC, Jumat (7/10/2022).
Baca Juga: Suporter Indonesia Rapatkan Barisan Galang Gerakan Revolusioner Bongkar PSSI
Harris menyayangkan sikap pengurus organisasi sepak bola dan pihak-pihak lain yang seharusnya turut bertanggung jawab tapi memilih cuci tangan kemudian melempar tanggung jawab itu. Terlebih, kata Harris, semuanya dibebankan dan disalahkan ke Ketua Panpel pertandingan.
"Jangan ketika sukses pertandingan seluruh Indonesia ketuanya (Ketua PSSI Iwan Bule, red) tapi ketika ada kegagalan ditembakkan ke ketua Panpel. Mohon maaf... Janganlah berbahagia di atas penderitaan, kesedihan kita, saya sangat respect ke otoritas pengelola operator pertandingan bola di Indonesia," kata dia.

"Saya ingin mengetuk hati nurani sepak bola itu adalah jiwa sportivitas, jiwa sportivitas mengakui kalau salah saya minta maaf. Nggak apa-apa, saya ikhlas saya menerima tanggung jawab itu," imbuhnya.
Lihat Juga :