Perjuangan Muhammad Ali yang Menentang Rasisme dan Supremasi Kulit Putih di Amerika
Jum'at, 04 November 2022 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Sebab, dirinya merasa untuk apa membunuh orang lain di negara mereka sendiri. Karena penolakannya, Ali harus kehilangan seluruh gelar profesionalnya dan harus menjalani tuntutan persidangan.
Setelah bebas, Ali yang tak langsung bisa kembali bertinju, lebih memilih aktif sebagai pembicara ke kampus-kampus menyuarakan anti rasisme. Kala menjadi pembicara, dia berusaha memperjuangkan kesamaan hak antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih.
Legenda tinju kelas berat itu bahkan tak ragu berdebat jika ada orang lain yang tetap ingin melakukan rasisme. Ali juga pernah menentang keras usulan Donald Trump untuk melarang umat Islam memasuki Amerika Serikat. Hal tersebut membuat pria ini marah dan mengecam tindakan tersebut pada 1960-an.
Setelah bebas, Ali yang tak langsung bisa kembali bertinju, lebih memilih aktif sebagai pembicara ke kampus-kampus menyuarakan anti rasisme. Kala menjadi pembicara, dia berusaha memperjuangkan kesamaan hak antara orang-orang kulit hitam dengan kulit putih.
Legenda tinju kelas berat itu bahkan tak ragu berdebat jika ada orang lain yang tetap ingin melakukan rasisme. Ali juga pernah menentang keras usulan Donald Trump untuk melarang umat Islam memasuki Amerika Serikat. Hal tersebut membuat pria ini marah dan mengecam tindakan tersebut pada 1960-an.
(yov)
Lihat Juga :