9 Kali Kalah Dalam Satu Musim, Ada Apa dengan Pep Guardiola?
Rabu, 08 Juli 2020 - 11:26 WIB
loading...
A
A
A
Pun dengan laga kandang yang mengalami penurunan. Musim ini pendapatan di Stadion Etihad hanya di angka 2,38 dari 2,84 per pertandingan. Menariknya, ada faktor berbeda dari penurunan poin di kandang dan tandang.
Di laga kandang, Man City memiliki masalah dalam produktivitas dan pertahanan mereka yang sama-sama mengalami penurunan. Di laga tandang, The Citizens justru naik dari sisi produktivitas, tapi rentan di pertahanan.
Dua faktor yang memberikan indikasi jika Man City memang memiliki kelemahan di sektor belakang dan depan. Di belakang, sejak Vincent Kompany pensiun, Man City tak memiliki pemimpin untuk mengorganisasi pertahanan. (Baca juga:Bus Tercebur di Waduk China, 21 Orang Tewas)
Dua center back yang didatangkan dengan harga mahal, yakni Aymeric Laporte serta John Stones perlahan terlihat menurun. Laporte sering mendapatkan tempat utama, tapi dia bukan pemain penting di belakang. Sementara Stones lebih sering naik meja perawatan. Tandem alternatif seperti Nicolas Otamendi dan Eric Garcia juga tak pernah benar-benar konsisten.
Lini depan tak kalah rumit. Meski memiliki Raheem Sterling dengan 13 gol dan Gabriel Jesus yang 10 kali menjebol gawang lawan, mereka tetap tak bisa menepikan Aguero. Contoh nyata saat pertandingan melawan Chelsea. Mendominasi laga, mereka kesulitan masuk ke pertahanan karena tidak ada pemain yang konsisten berada di area penalti dan bisa menarik pemain lawan.
Di laga kandang, Man City memiliki masalah dalam produktivitas dan pertahanan mereka yang sama-sama mengalami penurunan. Di laga tandang, The Citizens justru naik dari sisi produktivitas, tapi rentan di pertahanan.
Dua faktor yang memberikan indikasi jika Man City memang memiliki kelemahan di sektor belakang dan depan. Di belakang, sejak Vincent Kompany pensiun, Man City tak memiliki pemimpin untuk mengorganisasi pertahanan. (Baca juga:Bus Tercebur di Waduk China, 21 Orang Tewas)
Dua center back yang didatangkan dengan harga mahal, yakni Aymeric Laporte serta John Stones perlahan terlihat menurun. Laporte sering mendapatkan tempat utama, tapi dia bukan pemain penting di belakang. Sementara Stones lebih sering naik meja perawatan. Tandem alternatif seperti Nicolas Otamendi dan Eric Garcia juga tak pernah benar-benar konsisten.
Lini depan tak kalah rumit. Meski memiliki Raheem Sterling dengan 13 gol dan Gabriel Jesus yang 10 kali menjebol gawang lawan, mereka tetap tak bisa menepikan Aguero. Contoh nyata saat pertandingan melawan Chelsea. Mendominasi laga, mereka kesulitan masuk ke pertahanan karena tidak ada pemain yang konsisten berada di area penalti dan bisa menarik pemain lawan.
Lihat Juga :