Keluarga Kerajaan Qatar Intervensi FIFA Soal Penjualan Minuman Keras
Jum'at, 18 November 2022 - 13:20 WIB
loading...
Qatar tampaknya terus mengintervensi FIFA dengan berbagai aturan jelang bergulirnya Piala Dunia 2022 pada 20 November hingga 18 Desember mendatang / Foto: DailyMail
A
A
A
DOHA - Qatar tampaknya terus mengintervensi FIFA dengan berbagai aturan jelang bergulirnya Piala Dunia 2022 pada 20 November hingga 18 Desember mendatang. Terbaru, keluarga kerajaan Qatar menuntut larangan penjualan alkohol di stadion.
Kurang dari seminggu yang lalu, penyelenggara Piala Dunia 2022 terpaksa memberi tahu Budweiser sponsor utama turnamen empat tahunan ini bahwa tenda alkohol mereka perlu dipindahkan ke area yang kurang terlihat.
Tapi pada Jumat (18/11/2022) WIB, atau tiga hari sebelum pertandingan pertama fase grup Piala Dunia 2022 dimulai, keluarga kerajaan Qatar secara tegas melarang penjualan alkohol di delapan stadion.
BACA JUGA: Ternyata Pernyataan Ronaldo tentang Messi Tak Seheboh yang Diungkapkan Piers Morgan
Menurut laporan CBSSports, alkohol secara teknis tidak dilarang di Qatar, tetapi diatur dengan sangat ketat. Jika Budweiser tidak dapat menjual produk mereka selama pertandingan, maka FIFA dianggap melanggar kontrak senilai jutaan dollar. Budweiser diketahui sebuah perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan FIFA sejak 1985.
Kurang dari seminggu yang lalu, penyelenggara Piala Dunia 2022 terpaksa memberi tahu Budweiser sponsor utama turnamen empat tahunan ini bahwa tenda alkohol mereka perlu dipindahkan ke area yang kurang terlihat.
Tapi pada Jumat (18/11/2022) WIB, atau tiga hari sebelum pertandingan pertama fase grup Piala Dunia 2022 dimulai, keluarga kerajaan Qatar secara tegas melarang penjualan alkohol di delapan stadion.
BACA JUGA: Ternyata Pernyataan Ronaldo tentang Messi Tak Seheboh yang Diungkapkan Piers Morgan
Menurut laporan CBSSports, alkohol secara teknis tidak dilarang di Qatar, tetapi diatur dengan sangat ketat. Jika Budweiser tidak dapat menjual produk mereka selama pertandingan, maka FIFA dianggap melanggar kontrak senilai jutaan dollar. Budweiser diketahui sebuah perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan FIFA sejak 1985.
Lihat Juga :