4 Fakta Menarik Fase Grup Piala Dunia 2022: Kedigdayaan Negara Muslim

Sabtu, 03 Desember 2022 - 18:03 WIB
loading...
4 Fakta Menarik Fase Grup Piala Dunia 2022: Kedigdayaan Negara Muslim
4 Fakta Menarik Fase Grup Piala Dunia 2022: Kedigdayaan Negara Muslim. Foto: IST
A A A
DOHA - Babak penyisihan grup Piala Dunia 2022 telah selesai: menyisakan 16 tim terbaik yang akan kembali bersaing mengangkat trofi. Selama fase grup, ada banyak kejutan dan fakta menarik yang menarik dicermati.

Sejak kick-off pertama Piala Dunia 2022 mempertemukan tuan rumah Qatar vs Ekuador, 20 November 2022, terdapat 48 pertandingan yang sudah digelar di babak penyisihan grup.

Baca Juga: Daftar Top Skor Piala Dunia 2022 di Fase Grup: Morata Panaskan Perburuan Sepatu Emas

Selama periode itu, sebanyak 120 gol berhasil dicetak oleh 92 pemain berbeda. Termasuk dua gol bunuh diri yang lahir dari kapten Timnas Jerman Manuel Neuer (ketika melawan Kosta Rika) dan bek tengah Maroko Nayef Aguerd (ketika melawan Kanada).

Pencetak gol terbanyak atau top skor sementara Piala Dunia 2022 dipegang lima pemain yakni Enner Valencia (Ekuador), Marcus Rashford (Inggris), Kylian Mbappe (Prancis), Cody Gakpo (Belanda), dan Alvaro Morata (Spanyol). Masing-masing sudah mencetak tiga gol.

Faktanya, tidak ada tim yang meraih poin sempurna selama fase penyisihan grup Piala Dunia 2022. Brasil, Portugal, dan Prancis yang awalnya berpeluang menyapu bersih kemenangan justru gagal di matchday terakhir di grup masing-masing.

Selain itu, ada cukup banyak kejutan dan kontroversi yang terjadi selama fase grup Piala Dunia 2022. Berikut ulasan ringkasnya:

1. Pesan LGBT
4 Fakta Menarik Fase Grup Piala Dunia 2022: Kedigdayaan Negara Muslim

Piala Dunia 2022 Qatar menandai kali pertama pesta sepak bola empat tahunan digelar di Timur Tengah. Dengan kultur Islam yang kuat, Qatar selaku tuan rumah melarang atribut komunitas LGBT, kegiatan prostitusi, dan minuman beralkohol selama acara berlangsung.

Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra khususnya bagi timnas dan suporter negara-negara Eropa. FIFA sendiri sudah memastikan berdiri di pihak Qatar soal polemik ini, akan tetapi desakan untuk mendukung LGBT di babak penyisihan grup Piala Dunia 2022 sangat kental terasa.

Salah satunya ketika Jerman menghadapi Jepang di matchday pertama Grup E, skuad Die Mannschaft memperlihatkan gesture tutup mulut sebagai aksi protes terhadap pelarangan ban kapten berwarna pelangi di Piala Dunia 2022.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1744 seconds (11.97#12.26)