Piala AFF: Sejarah Stadion Rizal Memorial di Filipina
Senin, 02 Januari 2023 - 20:00 WIB
loading...
Stadion Rizal Memorial Manila yang menjadi venue laga Filipina vs Indonesia di Piala AFF 2022 punya sejarah yang layak diketahui publik. Foto: sport.wikisort.org
A
A
A
MANILA - Pertandingan Filipina vs Indonesia di Piala AFF 2022 berlangsung di Stadion Rizal Memorial Manila. Venue yang bernama resmi Simeon Toribio Track Stadium itu akan dibahas dalam artikel ini.
Baca Juga: Blunder MU Tampilkan Foto Cristiano Ronaldo di Kalender Resmi Klub 2023
Stadion Rizal Memorial merupakan stadion yang baru-baru ini bisa dijadikan tempat bertanding pada Piala AFF di Filipina. Padahal, negara ini sempat menjadi tuan rumah Piala AFF 2016.
Pada tahun 2016, Stadion Rizal Memorial sempat tidak lolos verifikasi untuk menggelar Piala AFF. Ini karena ada beberapa hal yang belum mencukupi standar yang dianjurkan.
Namun, siapa sangka dibalik proses pendirian stadion itu, terdapat filosofi menarik yang harus diketahui publik, baik nama hingga sejarah berdirinya.
Berikut sejarah nama Stadion Rizal Memorial di Manila Filipina.
Penggunaan nama stadion Rizal Memorial Stadium merupakan nama sosok pahlawan nasional dari Filipina yakni Jose Rizal, pejuang yang selalu dikenang namanya oleh bangsa Filipina.
Jose Rizal merupakan seorang pejuang rakyat Filipina yang menderita akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Spanyol selama kurang lebih 300 tahun. Beliau merupakan pahlawan yang paling dihormati oleh warga Filipina.
Pejuang kelahiran 1861 ini telah banyak berkiprah dalam mewujudkan kemerdekaan bagi negara Filipina. Dia merupakan cendekiawan muda yang telah membangkitkan rasa patriotisme dalam diri rakyat Filipina.
Jose Rizal membangkitkan rakyat Filipina melalui berbagai karyanya seperti artikel, majalah, surat kabar yang berguna membentuk propaganda politik untuk memblokade serangan dari bangsa Spanyol.
Salah satu karya Jose Rizal yang sangat kontroversial adalah El Filibusterismo yang berarti bajak laut. Tulisan itu terbit pada 1891. Isinya menimbulkan kebencian dari orang-orang Spanyol.
Itu sebabnya banyak para rakyat yang ingin mengabadikan namanya menjadi nama stadion di Filipina, yakni Rizal Memorial Stadium.
Stadion Rizal Memorial Stadium merupakan bagian dari Rizal Memorial Sports Complex yang memiliki venue-venue olahraga yang dapat dijadikan opsi selain sepak bola misalnya bisbol, tenis, renang, bulu tangkis, gimnastik, bowling, dan lain-lain.
Dari seluruh venue tersebut pernah dijadikan tempat ajang pertandingan besar seperti SEA Games (1981, 1991, dan 2005), Asian Games (1954). Lalu, Asian Women’s Club Volleyball Championship (2006) dan ASEAN Para Games (2005).
Baca Juga: Chelsea Gagal Kalahkan Nottingham, Graham Potter: Mereka Bertahan Sangat Baik
Sedangkan untuk lokasi Rizal Memorial Stadium berada di tengah tengah Rizal Memorial Sports Complex juga pernah dijadikan SEA Games pada 1991 dan dimenangkan oleh negara Indonesia.
Baca Juga: Blunder MU Tampilkan Foto Cristiano Ronaldo di Kalender Resmi Klub 2023
Stadion Rizal Memorial merupakan stadion yang baru-baru ini bisa dijadikan tempat bertanding pada Piala AFF di Filipina. Padahal, negara ini sempat menjadi tuan rumah Piala AFF 2016.
Pada tahun 2016, Stadion Rizal Memorial sempat tidak lolos verifikasi untuk menggelar Piala AFF. Ini karena ada beberapa hal yang belum mencukupi standar yang dianjurkan.
Namun, siapa sangka dibalik proses pendirian stadion itu, terdapat filosofi menarik yang harus diketahui publik, baik nama hingga sejarah berdirinya.
Berikut sejarah nama Stadion Rizal Memorial di Manila Filipina.
Penggunaan nama stadion Rizal Memorial Stadium merupakan nama sosok pahlawan nasional dari Filipina yakni Jose Rizal, pejuang yang selalu dikenang namanya oleh bangsa Filipina.
Jose Rizal merupakan seorang pejuang rakyat Filipina yang menderita akibat penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Spanyol selama kurang lebih 300 tahun. Beliau merupakan pahlawan yang paling dihormati oleh warga Filipina.
Pejuang kelahiran 1861 ini telah banyak berkiprah dalam mewujudkan kemerdekaan bagi negara Filipina. Dia merupakan cendekiawan muda yang telah membangkitkan rasa patriotisme dalam diri rakyat Filipina.
Jose Rizal membangkitkan rakyat Filipina melalui berbagai karyanya seperti artikel, majalah, surat kabar yang berguna membentuk propaganda politik untuk memblokade serangan dari bangsa Spanyol.
Salah satu karya Jose Rizal yang sangat kontroversial adalah El Filibusterismo yang berarti bajak laut. Tulisan itu terbit pada 1891. Isinya menimbulkan kebencian dari orang-orang Spanyol.
Itu sebabnya banyak para rakyat yang ingin mengabadikan namanya menjadi nama stadion di Filipina, yakni Rizal Memorial Stadium.
Stadion Rizal Memorial Stadium merupakan bagian dari Rizal Memorial Sports Complex yang memiliki venue-venue olahraga yang dapat dijadikan opsi selain sepak bola misalnya bisbol, tenis, renang, bulu tangkis, gimnastik, bowling, dan lain-lain.
Dari seluruh venue tersebut pernah dijadikan tempat ajang pertandingan besar seperti SEA Games (1981, 1991, dan 2005), Asian Games (1954). Lalu, Asian Women’s Club Volleyball Championship (2006) dan ASEAN Para Games (2005).
Baca Juga: Chelsea Gagal Kalahkan Nottingham, Graham Potter: Mereka Bertahan Sangat Baik
Sedangkan untuk lokasi Rizal Memorial Stadium berada di tengah tengah Rizal Memorial Sports Complex juga pernah dijadikan SEA Games pada 1991 dan dimenangkan oleh negara Indonesia.
(mirz)
Lihat Juga :