alexametrics

Polisi Tangkap Bocah Pengirim Pesan Rasisme pada Wilfried Zaha

loading...
Polisi Tangkap Bocah Pengirim Pesan Rasisme pada Wilfried Zaha
Wilfried Zaha berlutut sesaat sebelum Crystal Palace menghadapi Aston Villa, Senin (13/7/2020). Foto: The Sun
A+ A-
LONDON - Kepolisian Inggris meringkus seorang bocah berusia 12 tahun yang diduga mengunggah pesan rasisme pada Wilfried Zaha. Lewat Twitter, bocah itu menyebut pemain sayap Crystal Palace dengan kata-kata kotor.

Postingan tersebut dibuat sesaat sebelum Zaha tampil bersama Crystal Palace di kandang Aston Villa dalam lanjutan Liga Inggris 2019/2020, Senin (13/7) dini hari waktu Indonesia. Dalam cuit tersebut, bocah itu juga mengancam Zaha.

“Sebaiknya kau tidak mencetak gol dasar vag**a hitam. Atau aku akan mendatangi rumahmu dengan pakaian seperti hantu,” tulis bocah itu. (Lihat Grafis: Waspada Berolahraga di Tengah Wabah)

Tidak sampai di situ, bocah itu juga mengirim gambar Ku Klux Klan - sebuah kelompok rasis ekstrem di Amerika Serikat (AS). Polisi West Midlands mengkonfirmasi bahwa pengirim pesan adalah seorang bocah 12 tahun dari Solihull.



“Seorang bocah berusia 12 tahun dari Solihull telah kami tahan,” demikian pernyataan juru bicara polisi West Midlands.

Kasus ini mendapat perhatian khusus mengingat dunia tengah memerangi praktik rasisme dan diskriminasi. Bahkan sebelum pertandingan, para pemain Liga Inggris diajak berlutut sebagai tanda dukungan terhadap George Floyd -pria kulit hitam yang tewas di AS.



Klub Aston Villa mengutuk aksi suporter cilik tersebut, dan memastikan si bocah tidak akan dapat masuk ke stadion selama seumur hidupnya.

"Kami menyesalkan pesan rasis menjijikkan yang dikirim ke Zaha. Kami mengutuk semua bentuk diskriminasi ras dan berpihak pada Crystal Palace. Kami juga mengeluarkan larangan seumur hidup,” demikian pernyataan Aston Villa. (Baca juga: Perempuan Cerdas di Balik Sukses Pesepak Bola)
(mirz)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak