Blak-blakan, Manajer Persipura Tuding Beberapa Klub Ditransfer Rp15 Juta untuk Palsukan Tanda Tangan
Senin, 16 Januari 2023 - 17:46 WIB
loading...
Manajer Persipura Jayapura, Yan Permenas Mandenas mengaku kesal lantaran PSSI mengambil keputusan sepihak dan terburu-buru dalam menghentikan Liga 2 dan Liga 3 / Foto: MPI
A
A
A
JAKARTA - Manajer Persipura Jayapura , Yan Permenas Mandenas mengaku kesal lantaran PSSI mengambil keputusan sepihak dan terburu-buru dalam menghentikan Liga 2 dan Liga 3. Anggota DPR RI itu juga menduga PSSI telah memalsukan surat bertanda tangan 20 perwakilan klub Liga 2.
Yan Mandenas menjelaskan bahwa tanda tangan perwakilan 20 klub Liga 2 itu bukan untuk menyetujui penghentian Liga 2 . Namun, sebagai legitimasi hasil ownner meeting klub pada 14 Desember 2022 lalu yang disampaikan kepada PSSI.
"Untuk 19-20 klub yang itu (menandatangani) bukan legitimasi Liga 2 dihentikan, tapi kita legitimasi hasil owner meeting klub itu disampaikan ke PSSI. Selanjutnya scara lisan Dirut PT LIB, Fery Paulus mengatakan hasil owner meeting 14 Desember 2022 itu akan disampaikan ke PSSI dan keputusannya akan disampaikan ke klub," ungkap Yan Mandenas, kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA: Dukung Erick Thohir Maju Ketum PSSI, Benny Rhamdani: Penyelamat Sepak Bola Indonesia
Hal yang sangat disayangkan, lanjut Yan Mandenas, PSSI tidak mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak klub terkait penandatanganan perwakilan 20 klub Liga 2. Dia menganggap PSSI terlalu cepat mengambil keputusan yang salah karena merugikan sejumlah klub peserta Liga 2 dan mengklaim hal itu tidak wajar.
"Tapi ini (soal penghentian Liga 2) tidak dikonsultasikan tapi diputuskan sendiri. Seharusnya, hasil Exco PSSI itu tertutup dulu. Karena yang berhak hentiikan Liga itu di kongres PSSI," kata Yan Mandenas.
"Jadi hasil itu harus ke klub, disampaikan ke LIB dan PSSI dan dibawa ke kongres dan kongres yang tentukan liga lanjut apa tidak. Jadi, kalau mereka putuskan terburu-buru dan diekspos ke publik itu tak pantas," tegas Yan Mandenas.
Yan Mandenas menjelaskan bahwa tanda tangan perwakilan 20 klub Liga 2 itu bukan untuk menyetujui penghentian Liga 2 . Namun, sebagai legitimasi hasil ownner meeting klub pada 14 Desember 2022 lalu yang disampaikan kepada PSSI.
"Untuk 19-20 klub yang itu (menandatangani) bukan legitimasi Liga 2 dihentikan, tapi kita legitimasi hasil owner meeting klub itu disampaikan ke PSSI. Selanjutnya scara lisan Dirut PT LIB, Fery Paulus mengatakan hasil owner meeting 14 Desember 2022 itu akan disampaikan ke PSSI dan keputusannya akan disampaikan ke klub," ungkap Yan Mandenas, kepada awak media termasuk MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin (16/1/2023).
BACA JUGA: Dukung Erick Thohir Maju Ketum PSSI, Benny Rhamdani: Penyelamat Sepak Bola Indonesia
Hal yang sangat disayangkan, lanjut Yan Mandenas, PSSI tidak mengonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak klub terkait penandatanganan perwakilan 20 klub Liga 2. Dia menganggap PSSI terlalu cepat mengambil keputusan yang salah karena merugikan sejumlah klub peserta Liga 2 dan mengklaim hal itu tidak wajar.
"Tapi ini (soal penghentian Liga 2) tidak dikonsultasikan tapi diputuskan sendiri. Seharusnya, hasil Exco PSSI itu tertutup dulu. Karena yang berhak hentiikan Liga itu di kongres PSSI," kata Yan Mandenas.
"Jadi hasil itu harus ke klub, disampaikan ke LIB dan PSSI dan dibawa ke kongres dan kongres yang tentukan liga lanjut apa tidak. Jadi, kalau mereka putuskan terburu-buru dan diekspos ke publik itu tak pantas," tegas Yan Mandenas.
Lihat Juga :