Frustrasi karena Jarang Diberi Bola oleh Rekan-Rekan Satu Tim

Selasa, 12 Mei 2015 - 09:48 WIB
Frustrasi karena Jarang...
Frustrasi karena Jarang Diberi Bola oleh Rekan-Rekan Satu Tim
A A A
Performa Gareth Bale terus menuai kritik sejak memasuki 2015. Dalam 24 pertandingan bersama Real Madrid di semua kompetisi tahun ini, dia hanya mencetak 6 gol dan 7 assists.

Krisis ini makin menjalar dalam beberapa pekan belakangan. Dia puasa gol dalam 37 hari terakhir sejak terakhir menjebol gawang lawan pada 5 April lalu. Dalam periode itu, dia juga hanya bisa tampil total 294 menit lantaran harus berjuang mengatasi masalah pada ototnya. Konon penurunan performa striker asal Wales itu tak lepas dari kegagalan dirinya berkolaborasi dengan rekanrekan satu timnya. Ketidakmampuan Bale menggunakan bahasa Spanyol menjadi masalah utama.

Dia merasa terasingkan di ruang ganti karena Pelatih Carlo Ancelotti selalu menggunakan bahasa Spanyol dalam memberi instruksi. Selain kendala bahasa, agen Bale, Jonathan Barnett, juga menuding rekan-rekan Bale di Madrid tak mendukung pemain yang dibeli Madrid dengan banderol 85,3 juta pounds itu dari Tottenham Hotspur pada awal musim lalu. Dia menuding bintang Madrid lain enggan mengoper bola kepadanya. Kondisi itu membuat Bale frustrasi.

“Real Madrid harus bersedia bekerja dengan Gareth dan mengoper bola lebih banyak kepadanya. Berikan bola lebih banyak kepadanya dan biarkan dia menunjukkan apa yang dia bisa. Dia akan menjadi pemain terbaik Madrid ketika rekan-rekan satu timnya bekerja sama dan menolongnya,” ungkapnya kepada Telegraph Sport . Tudingan sang agen dibenarkan data statistik Marca .

Berdasarkan harian olahraga Spanyol itu, Bale menjadi penyerang yang paling sedikit menerima operan dari rekan-rekannya. Dia hanya menerima ratarata 34,6 per pertandingan, jauh dibanding Cristiano Ronaldo (43) atau James Rodriguez (50). Bahkan, gap itu semakin menganga dalam dua laga terakhir kontra Juventus dan Valencia. Di dua laga itu, Bale hanya menerima rata-rata 25,5 operan per laga.

“Saya sangat kecewa para pundit profesional tak mempertimbangkan fakta ini. Ini membuktikan orangorang tak tahu apa yang mereka bicarakan ketika mengkritik Gareth. Mereka tak melihatnya secara mendalam. Dia mungkin bisa berteriak dan mengetuk pintu kantor pelatih (untuk hal ini), tapi dia tak ingin mengecewakan siapa pun,” papar Barnett.
(ars)
Berita Terkait
Indonesia Juara Piala...
Indonesia Juara Piala Dunia Football Manager 2024 usai Bekuk Jerman di Final
Mini Football Bangkit:...
Mini Football Bangkit: Indonesia Siap Tuan Rumah Piala Dunia 2026
Presiden Jokowi Luncurkan...
Presiden Jokowi Luncurkan Papua Football Academy
Messi Tops The World’s...
Messi Tops The World’s Richest Football Player List
Barati Grassroot Football...
Barati Grassroot Football Fest Jaring Talenta Muda Pesepakbola
Download Football Manager...
Download Football Manager Gratis! Begini Caranya
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
1 jam yang lalu
Jonatan Christie Tersingkir...
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final China Open 2026
1 jam yang lalu
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
1 jam yang lalu
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
3 jam yang lalu
Ekshibisi Padel di Porprov,...
Ekshibisi Padel di Porprov, Senator Mirah Sebut Momentum Lahirnya Atlet Berprestasi di NTB
5 jam yang lalu
10 Pemain Paling Mengecewakan...
10 Pemain Paling Mengecewakan di Piala Dunia 2026: Dari Ronaldo hingga Neymar Jr
5 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved