Cooperative Agreement Solusi Jitu Damaikan Menpora dan PSSI

Jum'at, 15 Mei 2015 - 18:58 WIB
Cooperative Agreement...
Cooperative Agreement Solusi Jitu Damaikan Menpora dan PSSI
A A A
JAKARTA - Anggota Tim Ad-hoc Sinergi PSSI, Fritz E. Simandjuntak berpendapat bahwa penyelesaian konflik yang mendera Kemenetrian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora) dan Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) dapat dilakukan dengan berkaca pada masalah sepak bola Australia di tahun 2002. Pemerintah dan PSSI diminta mau menandatangani cooperative agreement agar kondisi sepak bola kembali normal.

Fritz menyampaikan gagasan tersebut di forum diskusi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Gedung Dewan Pers, Jumat (15/5/2015). Menurutnya, ada jalur yang bisa ditempuh untuk menyelamatkan sepak bola nasional tanpa harus meneruskan permasalahan ke meja hijau.

"Ayo Menpora mencabut SK Pembekuan PSSI dan PSSI menarik gugatan di PTUN. Ada mekanisme cooperative agreement yang bisa di tempuh kedua pihak yang bertikai agar masalah ini segera selesai," kata Fritz.

Fritz meminta, cooperative agreement nantinya didorong oleh PWI Pusat khususnya SIWO agar PSSI dan Kemenpora segera mendapat titik temu. "Kalau perlu nanti PWI ikut tanda tangan sebagai penengah dua kubu yang bertikai," katanya.

Pada tahun 2002, pemerintah Australia terpaksa membekukan sepak bola setempat menyusul maraknya judi dan pengaturan skor di kompetisi domestik. Masalah itu terendus setelah Australia gagal lolos Piala Dunia, padahal pemerintah di sana sudah menggelontorkan dana hingga 2,6 juta dolar Australia. Tak cuma itu, sistem keuangan federasi sepakbola Australia (Australian Soccer Association/ASA) juga campur aduk dengan rekening pribadi para pejabatnya.

Hingga kemudian Menteri Olahraga dan Seni, serta senator Ronald Kemp langsung menghentikan kucuran dana pemerintah. Dan meminta secara serius ASA untuk melakukan perbaikan total.

ASA pun menanggapi permintaan tersebut dan kemudian menunjuk sebuah lembaga independen yang dipimpin oleh David Crawford untuk melakukan investigasi menyeluruh serta membuat review atas masalah sepak bola Australia.

Undang Undang Keolahragaan di Australia mengharuskan adanya Independent Sport Panel yang berfungsi sebagai lembaga pemikir (think thank) untuk selalu memberikan penilaian kritis dan rekomendasi tentang olahraga kepada pemerintah

FIFA kemudian menjadikan Australia sebagai contoh keberhasilan pemerintah Australia dan ASA secara bersama sama melakukan reformasi sepak bola. Sejak itu pulalah di FIFA diperkenalkan konsep Cooperative Agreement antara pemerintah dan asosiasi sepak bola dalam menyelesaikan permasalahan di organisasi.
(bbk)
Berita Terkait
HUT PSSI ke-90, Menpora...
HUT PSSI ke-90, Menpora Berharap Sepak Bola Nasional Tak Jalan di Tempat
Skenario New Normal,...
Skenario New Normal, Bagaimana Nasib Sepak Bola Nasional?
Persikad Minta PSSI...
Persikad Minta PSSI Jatuhkan Sanksi untuk Pemain Tak Sportif
Akademisi Dorong Revolusi...
Akademisi Dorong Revolusi Pembinaan Talenta dan Potensi SDM Sepak Bola Nasional
FAPSI Dorong Revolusi...
FAPSI Dorong Revolusi Sepak Bola Indonesia
PSSI-Kemenpora Siapkan...
PSSI-Kemenpora Siapkan Database Raksasa Statistik Pemain Muda
Berita Terkini
Mesir Lolos ke 16 Besar...
Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti
2 jam yang lalu
Mesir Koyak Gawang Australia...
Mesir Koyak Gawang Australia di Babak Pertama
4 jam yang lalu
Inggris vs Meksiko Terancam...
Inggris vs Meksiko Terancam Ditunda akibat Badai Petir
6 jam yang lalu
VAR Batalkan Gol Kroasia...
VAR Batalkan Gol Kroasia atas Portugal, FIFA: Teknologi Canggih Bola Trionda Deteksi Sentuhan Matanovic
10 jam yang lalu
Formula E Shanghai Round...
Formula E Shanghai Round 13 Siap Digelar, Saksikan Keseruannya di VISION+
14 jam yang lalu
Tuchel Kritik FIFA,...
Tuchel Kritik FIFA, Timnas Inggris Dipaksa Lawan Meksiko dalam Kondisi Tak Menguntungkan
15 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved