Nyali Dnipro Menciut Lawan Juara Bertahan di Final
Rabu, 27 Mei 2015 - 20:01 WIB
Nyali Dnipro Menciut Lawan Juara Bertahan di Final
A
A
A
WARSZAWA - Pelatih Dnipro Dnipropetrovsk, Myron Markevych mengakui anak asuhnya gugup jelang babak final Liga Europa kontra Sevilla yang akan berlangsung di Stadion Narodowy, Warszawa, Kamis (28/5) dini hari nanti WIB. Status kuda hitam ditambah menghadapi juara bertahan Sevilla yang lebih difavoritkan, sepertinya membuat nyali penggawa klub wakil Ukraina itu menciut.
"Jika saya mengatakan para pemain tidak gugup, maka saya berbohong. Tapi yang terpenting kami harus melupakan Sevilla sebagai tim favorit. Mereka memang dapat mencetak banyak peluang berbahaya, tapi pertahanan kami berada pada level tertinggi untuk meredam serangan dari mereka sehingga bisa menetralkan Sevilla," ucap Markevych dilansir Espana, Rabu (27/5/2015).
Dnipro sendiri tidak bisa dianggap remah, mengingat lawan-lawan yang pernah mereka singkirkan bukanlah klub sembarang. Sebut saja Olympiakos, Ajax Amterdam, Club Brugge, dan terakhir tim favorit Napoli di babak semi-final dibuat tak berdaya oleh mereka. Apalagi tim besutan Markevych hadir ke final dengan moral tinggi setelah mampu menekuk rivalnya di papan atas liga, Shakhtar Donetsk, dengan skor 3-2 akhir pekan lalu.
Melihat kemiripan gaya bermain Sevilla dan Napoli, bos Dnipro, Markevych mengaku sudah mempunyai formula yang tepat untuk meredam performa mengesankan klub wakil Spanyol tersebut. "Sevilla memiliki gaya permainan yang serupa dengan Napoli, sehingga sedikit banyak hal ini dapat membantu kami," tandasnya.
"Jika saya mengatakan para pemain tidak gugup, maka saya berbohong. Tapi yang terpenting kami harus melupakan Sevilla sebagai tim favorit. Mereka memang dapat mencetak banyak peluang berbahaya, tapi pertahanan kami berada pada level tertinggi untuk meredam serangan dari mereka sehingga bisa menetralkan Sevilla," ucap Markevych dilansir Espana, Rabu (27/5/2015).
Dnipro sendiri tidak bisa dianggap remah, mengingat lawan-lawan yang pernah mereka singkirkan bukanlah klub sembarang. Sebut saja Olympiakos, Ajax Amterdam, Club Brugge, dan terakhir tim favorit Napoli di babak semi-final dibuat tak berdaya oleh mereka. Apalagi tim besutan Markevych hadir ke final dengan moral tinggi setelah mampu menekuk rivalnya di papan atas liga, Shakhtar Donetsk, dengan skor 3-2 akhir pekan lalu.
Melihat kemiripan gaya bermain Sevilla dan Napoli, bos Dnipro, Markevych mengaku sudah mempunyai formula yang tepat untuk meredam performa mengesankan klub wakil Spanyol tersebut. "Sevilla memiliki gaya permainan yang serupa dengan Napoli, sehingga sedikit banyak hal ini dapat membantu kami," tandasnya.
(akr)