Kontrak Diputus, Pelatih Persib Cuma Bisa Pasrah
Sabtu, 06 Juni 2015 - 15:44 WIB
Kontrak Diputus, Pelatih Persib Cuma Bisa Pasrah
A
A
A
BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman mengaku pasrah atas keputusan manajemen untuk memutus kontraknya. Ia menyerahkan semua keputusan yang sebelumnya dilontarkan manajer Persib, Umuh Muchtar.
Kondisi sepak bola Indonesia sepertinya sudah benar-benar di titik nadir. Kengototan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang ogah mencabut SK Pembekuan pada PSSI jelas membuat sejumlah klub di tanah air bertumbangan. Klub pun dibuat tak berdaya karena pertandingan tidak ada menyusul pembekuan tersebut.
Tercatat Barito Putera, Persipura Jayapura dan PSM Makassar sudah memutuskan membubarkan diri. Dan sangat mungkin hal ini akan menulari klub lain.
"Saya sebagai pelatih, di bawahnya manajer, yang pasti mengikuti apa keputusannya. Yang pasti, sekarang kita tidak memiliki kegiatan dan segala kegiatan sepenuhnya diberikan kepada pemain, terserah mau bagaimana. Tapi yang jelas saya berharap permasalahan ini segera terselesaikan agar kami bisa melakukan kegiatan sebagaimana biasanya," harap Djanur, Sabtu (6/6/2015).
Terkait mengenai rencana Menpora Imam Nahrawi yang akan menggelar Piala Kemerdekaan, Djanur belum dapat memikirkannya, sebab hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan undangan secara resmi. "Manajemen juga belum tahu. Saya hanya nunggu instruksi saja. Kita ikuti langkah manajemen saja apa yang harus dilakukan," tandasnya.
Kondisi sepak bola Indonesia sepertinya sudah benar-benar di titik nadir. Kengototan Menteri Pemuda dan Olah Raga yang ogah mencabut SK Pembekuan pada PSSI jelas membuat sejumlah klub di tanah air bertumbangan. Klub pun dibuat tak berdaya karena pertandingan tidak ada menyusul pembekuan tersebut.
Tercatat Barito Putera, Persipura Jayapura dan PSM Makassar sudah memutuskan membubarkan diri. Dan sangat mungkin hal ini akan menulari klub lain.
"Saya sebagai pelatih, di bawahnya manajer, yang pasti mengikuti apa keputusannya. Yang pasti, sekarang kita tidak memiliki kegiatan dan segala kegiatan sepenuhnya diberikan kepada pemain, terserah mau bagaimana. Tapi yang jelas saya berharap permasalahan ini segera terselesaikan agar kami bisa melakukan kegiatan sebagaimana biasanya," harap Djanur, Sabtu (6/6/2015).
Terkait mengenai rencana Menpora Imam Nahrawi yang akan menggelar Piala Kemerdekaan, Djanur belum dapat memikirkannya, sebab hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan undangan secara resmi. "Manajemen juga belum tahu. Saya hanya nunggu instruksi saja. Kita ikuti langkah manajemen saja apa yang harus dilakukan," tandasnya.
(bbk)