Pemain Serukan PSM Makassar Berkompetisi di Bawah PSSI
Rabu, 10 Juni 2015 - 07:56 WIB
Pemain Serukan PSM Makassar Berkompetisi di Bawah PSSI
A
A
A
MAKASSAR - Para pemain PSM Makassar menyatukan tekad mendukung kebijakan klub untuk tetap berkompetisi di bawah pengawasan PSSI yang saat ini dibekukan Kemenpora. Meski saat ini, sudah ada tawaran dari Tim Transisi untuk menggulirkan Piala Kemerdekaan dan Piala Presiden.
Mantan kapten PSM Makassar Syamsul Haeruddin mengatakan, pemain hanya ingin bermain di kompetisi resmi di bawah koordinasi PSSI. Bahkan, mengikuti apa yang dilakukan oleh manajemen klub terkait dengan kompetisi nantinya. "Jadi kita maunya hanya bermain, kalau ada kompetisi kenapa tidak, yang jelas klub mau ikut," ungkap dia.
Hanya saja, berkaitan dengan kekisruhan antara PSSI dan Menpora dirinya hanya berharap agar ada jalan keluar yang baik, agar persepakbolaan di Indonesia bisa kembali berjalan normal. "Semoga mereka semua cepat sadar agar kompetisi bisa digulirkan dan kami bisa main,"ujarnya.
Kemenpora melalui Tim Transisi mengagendakan Piala Kemerdekaan digulirkan pada Agustus mendatang dengan menargetkan klub-klub Indonesia yang menjadi pesertanya. Hanya saja, saat ini turnamen tersebut tidak ada campur tangan PSSI sehingga seluruh klub masih tidak mau ikut di kompetisi itu.
Bukan hanya itu, pada turnamen tersebut pihak Menpora bahkan sudah menyiapkan total hadiah Rp10 miliar untuk klub yang akan bergabung. Namun, hingga saat ini belum ada sikap jelas dari setiap tim elite Tanah Air.
Mantan kapten PSM Makassar Syamsul Haeruddin mengatakan, pemain hanya ingin bermain di kompetisi resmi di bawah koordinasi PSSI. Bahkan, mengikuti apa yang dilakukan oleh manajemen klub terkait dengan kompetisi nantinya. "Jadi kita maunya hanya bermain, kalau ada kompetisi kenapa tidak, yang jelas klub mau ikut," ungkap dia.
Hanya saja, berkaitan dengan kekisruhan antara PSSI dan Menpora dirinya hanya berharap agar ada jalan keluar yang baik, agar persepakbolaan di Indonesia bisa kembali berjalan normal. "Semoga mereka semua cepat sadar agar kompetisi bisa digulirkan dan kami bisa main,"ujarnya.
Kemenpora melalui Tim Transisi mengagendakan Piala Kemerdekaan digulirkan pada Agustus mendatang dengan menargetkan klub-klub Indonesia yang menjadi pesertanya. Hanya saja, saat ini turnamen tersebut tidak ada campur tangan PSSI sehingga seluruh klub masih tidak mau ikut di kompetisi itu.
Bukan hanya itu, pada turnamen tersebut pihak Menpora bahkan sudah menyiapkan total hadiah Rp10 miliar untuk klub yang akan bergabung. Namun, hingga saat ini belum ada sikap jelas dari setiap tim elite Tanah Air.
(aww)