Prestise Pelatih Asal Argentina dan Dominasi 8 Besar Copa America 2015

Senin, 22 Juni 2015 - 22:14 WIB
Prestise Pelatih Asal...
Prestise Pelatih Asal Argentina dan Dominasi 8 Besar Copa America 2015
A A A
SANTIAGO - Pelatih asal Argentina berjaya di Copa America 2015. Dari 8 kontestan yang melaju ke perempat final, lima tim dilatih oleh pelatih asal Argentina. Salah satu dari mereka berpeluang menjadi yang terbaik pada final yang digelar di Estadio Nacional, Santiago, 4 Juli mendatang.

Pada Copa America edisi ke-44 ini. Pelatih asal Argentina memimpin enam negara dari 12 negara yang tampil di Cile. Enam, tim yang dilatih entrenador asal negeri Tango adalah tuan rumah Cile yang diarsiteki Jorge Sampaoli, Argentina (Gerardo Martino), Paraguay (Ramon Diaz), Kolombia (Jose Pekerman), Peru (Ricardo Gareca), dan Ekuador (Gustavo Quinteros).

Hebatnya, dari enam pelatih tersebut, hanya pelatih Ekuador Gustavo Quinteros yang gagal membawa timnya melangkah ke babak 8 besar. Jumlah itu menandakan prestise manajer Argentina.

"Ada enam pelatih Argentina di Copa America 2015, dan itu berarti bahwa di tingkat internasional, pelatih, sebagaimana halnya pemain asal Argentina, telah menunjukkan mereka bisa melakukannya dengan baik di turnamen semacam ini," kata pelatih Paraguay Ramon Diaz, dilansir Reuters.

Pelatih asal Argenita yang mengarsiteki sejumlah timnas itu memiliki track record yang sukses di level klub di rumah kedua mereka. Contohnya Sampaoli yang memenangi tiga gelar liga bersama Universidad de Chile.

Lalu, Gareca yang mengambil alih Peru sejak tiga bulan yang lalu, yang membawa Universitario meraih trofi Liga Peru pada tahun 2008. Sedangkan Quinteros, membawa klub Ekuador Emelec meraih trofi domestik.

Pelatih Kolombia Pekerman, yang pernah bermain untuk klub Independiente selama tiga tahun pada 1970-an, baru-baru ini telah memperpanjang kontrak setelah membawa Kolombia ke perempat final Piala Dunia 2014 untuk pertama kali.

Namun, rata-rata pelatih asal Argentina tidak punya ciri khas dalam strategi dan bentuk permainan. Tapi, mereka pandai meracik tim sesuai dengan kebutuhan dan materi pemain. Cile telah menjadi tim yang harus diperhitungkan berkat racikan Sampaoli yang menekankan permainan tempo tinggi dan menekan. Hanya Martino yang bisa dibilang memiliki pekerjaan paling mudah, dengan ketersediaan skuat yang jenius seperti Messi, Sergio Aguero, dan Angel Di Maria.
(sha)
Berita Terkait
5 Potensi Rekor Lionel...
5 Potensi Rekor Lionel Messi di Copa America 2024, 2 di Antaranya Sudah Dicapai
Ambil Alih Tuan Rumah...
Ambil Alih Tuan Rumah Copa America 2021, Brasil Menuai Kritikan
Berbalas Gol, Ekuador...
Berbalas Gol, Ekuador Bermain Imbang Kontra Peru di Copa America 2021
Kalahkan Uruguay, Argentina...
Kalahkan Uruguay, Argentina Raih Kemenangan Pertama di Copa America 2021
Ditahan Chile, Uruguay...
Ditahan Chile, Uruguay Gagal Lagi Raih Poin Penuh di Copa America 2021
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Kolombia ke Perempat Final usai Pulangkan Kosta Rika
Berita Terkini
Prancis vs Senegal:...
Prancis vs Senegal: Ulangan Kejutan 2002?
1 jam yang lalu
Jelang Lawan Senegal,...
Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
2 jam yang lalu
Asprov PSSI Banyak Dipimpin...
Asprov PSSI Banyak Dipimpin Plt Ketua, Tata Kelola Federasi Dipertanyakan
4 jam yang lalu
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Selama 90 Menit di Los...
Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved