Bos Formula One Dituntut Mundur

Minggu, 28 Juni 2015 - 10:24 WIB
Bos Formula One Dituntut...
Bos Formula One Dituntut Mundur
A A A
LONDON - CEO Formula One (F1) Bernie Ecclestone sudah banyak yang meminta mundur sebagai pemimpin ajang balapan terbaik di dunia tersebut. Salah satunya mantan petinggi tim Formula One (F1) Eddie Jordan dengan melontarkan kritik kepada pria kelahiran Dublin, Irlandia, tersebut.

Sampai saat ini Ecclestone memang masih sebagai bos F1. Dia sudah memimpin sejak 1974 dan sempat mengeluarkan sejumlah pernyataan kontroversial dari luar dan dalam lintasan. Kondisi tersebutlah yang membuat Jordan menuntut mantan CEO Queens Park Rangres (QPR) itu untuk mundur dari F1.

“Saya rasa Ecclestone telah melakukan pekerjaan yang luar biasa. Tapi, perannya di sana (F1) sudah habis dan telah tiba waktunya mengundurkan diri,” kata Jordan, dilansir Skysports. “Dia harus meninggalkannya untuk generasi selanjutnya dalam keadaan yang lebih baik. Dia harus bertanya kepada dirinya sendiri kapan waktu yang tepat untuk berhenti. Saya rasa saat ini adalah waktu yang tepat,” sambungnya.

Jordan menilai kinerja Ecclestone sebenarnya tidak terlalu buruk. Bahkan, dia mengaku cukup senang apa yang telah dihasilkannya selama ini untuk F1 telah membuat beberapa perubahan dari tahun ke tahun. Tapi, balap mobil ini butuh regenerasi dan mencari yang bisa mengeluarkan inovasi baru untuk meningkatkan kualitas.

Pasalnya, peminat F1 sudah semakin berkurang karena melemahnya daya tarik pada balapan. “Dia sudah menjadi legendaris saat ini. Dia berjasa besar pada eventolahraga ini. Namun, saya tegaskan bahwa tak ada yang abadi, termasuk jabatan itu (sebagai bos F1),” ujar Jordan. Sampai saat ini mantan bos Ferrari Jean Todt menjadi kandidat kuat sebagai penerus Ecclestone.

Apalagi, dia memiliki pengalaman cukup bagus sejak berkecimpung di F1 sejak 1993. Bahkan, kehadirannya itu karena pengaruh Ecclestone, yang membuatnya berlabuh ke tim scuderia Ferrari yang saat itu sedang terpuruk. Sukses Todt di Ferrari mencapai puncak saat Michael Scumacher berhasil menjadi juara dunia F1 di musim 2000, kemudian berlanjut hingga 2004.

Awal 2007, Todt memutuskan mundur sebagai Team Principal Ferrari. Setelah itu, Todt selalu digadanggadang sebagai penerus Ecclestone sejak 2009. Tapi, hal itu tak pernah terjadi. Namun, legendaris F1 Gerhard Berger justru lebih setuju jika Ecclestone dengan Todt bisa meningkatkan F1 secara bersama-sama.

Karena, keduanya merupakan salah satu orang terpenting untuk ajang tersebut. “Jika berdua bisa menggabungkan kekuatan mereka, masalah akan terkontrol dengan cepat. Itu yang kami butuhkan sekarang,” ungkap mantan pembalap asal Austria itu.

Raikhul amar
(bbg)
Berita Terkait
Penunjang Kinerja Profesional...
Penunjang Kinerja Profesional dengan Mobilitas Tinggi
Fasilitasi Anak Hadapi...
Fasilitasi Anak Hadapi Dunia Digital Tanpa Tekanan
Perjuangan Nicky Sonjaya...
Perjuangan Nicky Sonjaya Berdayakan Masyarakat Tuai Hasil Manis
Ingin Bermanfaat buat...
Ingin Bermanfaat buat Orang Lain, Septia Yetri Opani Lakukan Ini
Layanan Teknologi Bantu...
Layanan Teknologi Bantu RS di Vietnam Tangani Pasien Covid-19
5 Tips dan Trik Bekerja...
5 Tips dan Trik Bekerja atau Belajar Produktif di Rumah
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
2 jam yang lalu
Gavi Akhirnya Buka Mulut...
Gavi Akhirnya Buka Mulut setelah Dibanting Paredes di Final Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
DBL Indonesia Lepas...
DBL Indonesia Lepas Tim ke Amerika Serikat, Musim 2026-2027 Digelar di 31 Kota
5 jam yang lalu
Lamine Yamal Ungkap...
Lamine Yamal Ungkap Pesan Messi saat Berpelukan di Final Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
18 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved